ADVERTISEMENT

Harga Bus Listrik Moeldoko Rp 5 Miliar, Siapa yang Beli?

Luthfi Anshori - detikOto
Senin, 25 Jul 2022 11:21 WIB
Direktur Utama PT Riau Andalan Pulp and Paper Sihol Aritonang (tengah), Founder PT Mobil Anak Bangsa (MAB) Jenderal (Purn) Moeldoko (Kanan), Presiden Direktur MAB Kelik Irwantono (kiri) memberikan keterangan seusai penyerahan bus listrik di Jakarta, Selasa (31/8/2021). Sebagai upaya menekan emisi di lingkungan perusahaan dan mendukung program pemerintah, Grup APRIL menggandeng PT Mobil Anak Bangsa (MAB) dalam menyediakan dua bus listrik (electric bus) untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan.
Bus listrik MAB. (Foto: Dok. MAB)
Jakarta -

Mantan Panglima TNI Moeldoko memiliki perusahaan pembuat bus listrik yang dinamakan PT Mobil Anak Bangsa (MAB). Bus nol emisi besutan perusahaan Moeldoko itu harganya mencapai Rp 5 miliar. Siapa pembelinya ya?

Direktur Utama MAB Kelik Irwantono mengatakan pihaknya punya banyak varian bus listrik untuk ditawarkan. Harganya pun berbeda tergantung tipe yang dipilih.

"Jadi kita ada 2 jenis, pertama ada yang 12 meter, ada yang 8 meter. 12 meter pun variannya macam-macam, ada yang low entry, normal floor, ada yang high deck. TransJakarta kita pakai yang normal floor," ujar Kelik di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

"Untuk harga bus 12 meter, harga LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pemerintah) sekitar Rp 5 miliar. Itu harga termasuk PPn di luar Bea Balik Nama. Kalau (ukuran bus) 8 meter sekitar Rp 3 miliar," tambah Kelik.

Dijelaskan Head of Bussines Development, Sales & Aftersales Service MAB, B. Prabowo Kartoleksono, bus listrik MAB sudah dilanggan sejak 2019, malahan pembeli pertamanya justru perusahaan asal Jepang, Mitsui & Co. Ltd. Bus listrik MAB ukuran 12 meter itu digunakan Mitsui untuk kendaraan operasional di Paiton Energy.

"Kemudian 2020 harusnya sudah banyak yang memesan, tapi karena pandemi, akhirnya di-postpone (ditunda). Terus 2021, mereka (pelanggan) balik lagi ke kita, salah satunya adalah Riau Andalan Pulp and Paper. Itu salah satu pabrik kertas terbesar di dunia, dia ekspor ke 100 negara. Dan mereka harus menurunkan emisi karbon. Nah mereka switching dan pilot project bus listrik. Mereka beli 2 yang ukurannya besar dan satu yang medium bus. Pilot project-nya berhasil, sekitar sebulan-dua bulan yang lalu mereka order lagi empat, terus bulan depan ini mereka akan order lagi," kata Prabowo.

"Kemudian ada satu company di Kalimantan Tengah, di Tanjung Paser, itu mereka pakai di pertambangan mereka. Jadi bus MAB yang tadinya untuk di kota, sama mereka dipakai di tambang. Kita sih senang, jadi kita bisa lihat apa nih yang rusak duluan. Ternyata alhamdulillah beroperasi terus dan mereka happy dan mereka mau repeat order, itu perusahaannya namanya Kideco Group (grupnya Indika)," tambahnya lagi.

"Selanjutnya di 2021 akhir kita menang tender di Bukit Asam, kita dapat (order) 15 bus listrik. Jadi pembelinya bus listrik MAB so far adalah perusahaan-perusahaan yang aware (sadar) dengan masalah emisi karbon," tukas Prabowo.



Simak Video "Mewah dan Canggih! Bus Listrik Kuning UI Mejeng di PEVS 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT