ADVERTISEMENT

Miris! Indonesia 'Pandemi' Kecelakaan Lalu Lintas: Sejam Meninggal 3 Orang

Tim detikcom - detikOto
Selasa, 19 Jul 2022 15:57 WIB
Truk tangki Pertamina yang menyeruduk sejumlah mobil dan motor di Jalan Transyogi Cibubur akhirnya berhasil dievakuasi petugas gabungan kepolisian dan Pemadam Kebakaran (Damkar). Ini potretnya.
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pengamat Transportasi dari Universitas Soegijapranata, Djoko Setijowarno menyoroti angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Berdasarkan data yang dikantonginya, jumlah korban meninggal dunia lebih banyak dari korban yang terpapar virus COVID-19.

Djoko memaparkan dari data Kepolisian Negara Republik Indonesia, jumlah korban kecelakaan lalu lintas pada periode tahun 2010 - 2020 berkisar antara 147.798 - 197.560 jiwa. Sedangkan jumlah korban meninggal dunia berkisar antara 23.529 - 32.657 jiwa. Pada tahun 2020 angka kematian mencapai 23.529 jiwa, atau setara dengan tiga jiwa meninggal dunia per jam.

"Jadikanlah pandemi kecelakaan lalu lintas," terang Djoko dalam keterangannya dikutip Selasa (19/7/2022).

Parahnya, angka kecelakaan lalu lintas banyak menelan korban dari usia produktif dan tulang punggung keluarga. Sehingga kecelakaan lalu lintas rentan terhadap jatuhnya ekonomi dalam skala keluarga.

"Berdasarkan kategori usia, korban meninggal dunia didominasi usia produktif kategori 15 - 34 tahun, dan posisi kedua 35 - 60 tahun," jelas dia.

"Semakin tinggi usia produktif meninggal dunia yang kemungkinan besar adalah tulang punggung keluarga dalam mencari nafkah, maka semakin meningkat pula jumlah keluarga yang rentan terhadap kemiskinan," tambah Djoko.

Dia menyampaikan angka kecelakaan lalu lintas tidak pernah turun drastis. Sementara institusi yang fokus mengurusi keselamatan justru dihilangkan. Dia mendorong agar muncul direktorat khusus yang menangani masalah transportasi darat.

Sebelumnya Direktorat Keselamatan Transportasi Darat pernah ada di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Namun terdapat restrukturisasi organisasi di Kementerian Perhubungan, menyebabkan Direktorat Keselamatan Transportasi Darat dihilangkan. Saat ini yang mengurus program keselamatan transportasi darat di bawah Direktorat Sarana Perhubungan Darat.

"Saya tahu ada batasan jumlah direktorat dalam satu Ditjen, namun kondisi sekarang sudah pandemi kecelakaan lalu lintas. Kepala Negara harus mengambil alih masalah keselamatan transportasi darat.

"Korban meninggal dunia kecelakaan lalu lintas sudah melebihi korban COVID-19, dalam satu hari 3 meninggal dunia korban Pandemi COVID-19, sementara dalam satu jam 3 meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, harus ada keputusan politik negara untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas," terang dia.



Simak Video "Sejam Meninggal 3 Orang, Indonesia 'Darurat' Kecelakaan Lalu Lintas"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT