Truk Jadi Momok Menakutkan di Turunan dan Lampu Merah, Ini yang Harus Dilakukan Pengendara

ADVERTISEMENT

Truk Jadi Momok Menakutkan di Turunan dan Lampu Merah, Ini yang Harus Dilakukan Pengendara

Tim detikcom - detikOto
Selasa, 19 Jul 2022 09:31 WIB
Truk tangki Pertamina yang menyeruduk sejumlah mobil dan motor di Jalan Transyogi Cibubur akhirnya berhasil dievakuasi petugas gabungan kepolisian dan Pemadam Kebakaran (Damkar). Ini potretnya.
Truk Pertamina mengalami kecelakaan di Cibubur. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Truk yang mengalami rem blong di jalanan menurun dan sedang dalam kondisi lampu lalu lintas merah, menjadi momok tersendiri bagi para pengendara. Supaya terhindar dari kejadian diseruduk truk blong, pengendara harus lebih sadar dengan kondisi sekitar ketika berhenti di lampu merah.

Kecelakaan truk Pertamina diduga karena rem blong terjadi di Jalan Transyogi Cibubur, Kota Bekasi (18/7/2022). Situasi jalanan yang menurun ditambah adanya lampu lalu lintas (traffic light), menambah fatal dampak peristiwa itu.

Masih segar dalam ingatan kita ketika sebuah truk kontainer mengalami kecelakaan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Januari 2022. Sama seperti kondisi truk Pertamina Cibubur, truk di Balikpapan juga mengalami rem blong di jalanan menurun dan ada lampu lalu lintas di depannya.

Melihat fenomena yang selalu berulang itu, penting bagi pengendara untuk lebih sadar dengan kondisi sekitar, terutama saat berada di jalanan menurun dengan lampu lalu lintas di depannya.

Praktisi Road Safety dari JDDC (Jakarta Defensive Driving Consulting), Jusri Pulubuhu, mengatakan bahwa setiap pengendara tak cukup berkendara tertib, mematuhi aturan lalu lintas. Namun juga harus memiliki kewaspadaan tinggi atau sikap antisipatif.

Menurut Jusri, ada semacam fenomena alam bawah sadar di masyarakat yang menilai bahwa kendaraan yang mereka kendarai akan aman jika dikendarai secara pelan atau dalam posisi berhenti aman, misalnya ketika di lampu merah. Padahal faktanya, jalan raya adalah tempat di mana banyak terjadi peristiwa kecelakaan yang merenggut nyawa, tak pandang bulu apakah pengendara itu tertib berlalu lintas atau tidak.

"Bahwasannya segala aktivitas yang berada di jalan, apakah itu penumpang, ataukah pejalan kaki, pengendara bahkan, margin keselamatan mereka saat berada di jalan raya mengalami penurunan alias tidak aman. Karena faktanya jalan raya (adalah) ladang pembantaian setiap hari. Oleh karena itu, selain tertib, terampil, (pengguna jalan raya juga harus) antisipatif," kata Jusri kepada detikOto, beberapa waktu lalu.

Menurut Jusri, ada beberapa langkah antisipatif yang bisa dilakukan pengendara atau pengguna jalan ketika sedang berhenti menunggu lampu merah di trrafic light atau ketika kendaraan sedang melambat karena terkena macet. Di antaranya adalah:

1. Cek spion setiap saat akan memperlambat kecepatan, jika aman.

2. Lakukan perlambatan dan berhenti dengan menyediakan jarak aman (1 panjang badan kendaraan atau minimal 1 panjang badan kendaraan), tetap sesekali cek spion.

3. Perhatikan situasi traffic di area belakang, perhatikan ruang menghindar disamping atau di area muka (jika memungkinkan), tetap sesekali cek spion.

4. Tetap waspada, jika terdapat indikasi situasi di area belakang mengancam, maka bergeraklah dengan memajukan kendaraan Anda atau (bahkan) keluar dari antrean, atau terburuk tinggalkan kendaraan Anda (intinya Anda harus senantiasa waspada untuk kondisi terburuk).



Simak Video "Agar Rem Motor Matic Tidak Blong, Ini Tips Mengurangi Kecepatan di Turunan"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/dry)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT