ADVERTISEMENT

Lagi! Kecelakaan Maut di Cipali Gegara Truk Nyebrang ke Jalur Berlawanan

Tim detikcom - detikOto
Senin, 04 Jul 2022 11:41 WIB
Kecelakaan di Tol Cipali, Subang
Foto: Kecelakaan maut di Tol Cipali karena truk nyebrang ke jalur berlawanan. tangkapan layar
Jakarta -

Kecelakaan maut terjadi di Tol Cipali KM 93, Subang, Jawa Barat. Akibat kecelakaan itu dua orang meninggal dunia. Penyebabnya, karena sebuah truk 'nyebrang' ke arah berlawanan.

Kecelakaan maut yang melibatkan kendaraan bus Primajasa bernomor polisi B 7291 FGA dengan truk pengangkut ayam bernomor polisikan B 9883 VDA. Kasat Lantas Polres Subang AKP Lucky Martono mengatakan, insiden kecelakaan berawal ketika sebuah truk pengangkut ayam yang melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta mengalami oleng hingga masuk ke jalur yang berlawanan.

"Kejadiannya pukul 16.30 WIB, jadi kendaraan colt diesel dari arah Cirebon oleng terus saat di Kilometer 93 masuk ke jalur berlawanan," ujar Lucky dikutip detikJabar.

Menurutnya, truk yang masuk ke arah berlawanan itu kemudian menabrak bus Primajasa jurusan Bekasi-Kuningan yang melaju dari Cikampek menuju Cirebon.

Akibatnya, dalam peristiwa ini dua orang meninggal dunia yakni sopir bus dari Primajasa bernama Arman (34) dan sopir truk pengangkut ayam atas nama M Abdul Azis (56).

Selain kedua sopir yang meninggal dunia, terdapat juga delapan penumpang dari bus Primajasa mengalami luka-luka dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Abdul Radjak Purwakarta.

Minim Pembatas Jalan

Peristiwa itu berawal saat truk dari arah Cirebon menuju Jakarta terperosok masuk ke median dan tertahan di wire rope (pagar pembatas yang terbuat dari sling baja) jalur A (Jakarta-Cirebon). Kemudian secara tiba-tiba, kendaraan truk itu ditabrak sebuah bus Primajasa dari arah berlawanan.

Di Tol Cipali, pembatas jalannya berupa wire rope atau pagar yang terbuat dari sling baja. Namun, menurut Korlantas Polri, kecelakaan sering terjadi di Tol Cipali karena kendaraan berpindah jalur dan masuk arah berlawanan. Jika di jalan Tol Cipali ada pembatas jalan yang memadai, kecelakaan akibat kendaraan yang berpindah jalur ke arah berlawanan bisa diminimalisir.

Ketua Instran (Institut Studi Transportasi) Darmaningtyas beberapa waktu lalu menyampaikan, pembatas jalan sangat diperlukan di jalan tol. Dia menilai, seharusnya jalan tol memiliki pembatas yang cukup untuk mencegah kendaraan berpindah jalur.

"Dan pembatas jalan itu, harusnya dibuat agak sedikit lebih panjang," katanya.

Menurut Darmaningtyas, pembatas di jalan tol, khususnya pembatas yang membelah dua jalur berlawanan, perlu didesain lebih kuat, dan bisa terlihat jelas oleh mata pengguna jalan tol.

"Apalagi jalan tol yang lurus dan sepi itu kadang membuat pengemudi terlena. Jadi perlu dibuat pembatas jalan yang terlihat jelas oleh mata mereka," kata Darmaningtyas.

Hal serupa juga disampaikan Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan. Menurut Sani, perlu adanya pembatas jalan permanen di median jalur A dan jalur B Tol Cipali.

"Kalau saya sebagai pengguna jalan dan sebagai operator (bus), menyarankan supaya separator yang di tengah jalan dibuat permanen. Kalau concern-nya lajur tengah dibuat dari tanah dengan tujuan supaya kendaraan tidak gampang menyeberang, tanah itu kan setiap hari semakin padat (jadi kendaraan akan gampang nyelonong). Jadi saya menyarankan itu dibuat separator yang kokoh," kata Sani, kepada detikcom.



Simak Video "Kecelakaan Bus Vs Truk Ayam di Tol Cipali, 2 Orang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/dry)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT