Sopir Bus Maut di Tol Mojokerto Diduga Nyabu, 10 Kali Lebih Bahaya dari Ngantuk!

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 17 Mei 2022 15:12 WIB
Kecelakaan bus tabrak tiang VMS di Tol Surabaya-Mojokerto
Kecelakaan bus tabrak tiang VMS di Tol Surabaya-Mojokerto (Foto: Istimewa PJR Polda Jatim)
Jakarta -

Sopir bus yang mengalami kecelakaan maut di Tol Surabaya-Mojokerto diduga mengonsumsi sabu-sabu. Polisi melakukan tes urine ke sopir bus dan hasilnya terindikasi mengonsumsi sabu-sabu sebelum kecelakaan maut.

"Ternyata setelah kami dalami dari pengemudi, ada indikasi menggunakan sejenis sabu. Hari ini kami mengambil darah untuk dikirim ke Labfor, untuk memastikan kandungan apa yang ada di pengemudi. (Itu) hasil tes urine sementara pengemudi," kata Dirlantas Polda Jatim Kombes Latief Usman dikutip detikJatim, Selasa (17/5/2022).

Dugaan sebelumnya menyebutkan sopir mengantuk. Namun, polisi menyebut ada indikasi penggunaan jenis sabu-sabu. Sopir juga tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Diketahui, kecelakaan ini berlangsung pada Senin (16/5/2022) pagi. Saat itu, bus Pariwisata Ardiansyah bernopol S 7322 UW menabrak tiang pesan-pesan (variable message sign/VMS). Kecelakaan tunggal ini mengakibatkan 14 orang tewas dan 19 penumpang luka.

Praktisi keselamatan berkendara yang juga Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, dari awal dirinya memang sudah curiga. Sebab, dia bilang, dugaan sementara yang menyebut sopir mengantuk mungkin efeknya tidak terlalu parah.

"Karena kalau ngantuk memang reaksinya melambat, artinya tetap ada kecelakaan tapi kemungkinan fatalnya (lebih) kecil," ujar Sony kepada detikcom, Selasa (17/5/2022).

"Fakta yang gue lihat dan dengar di TV, ada bekas goresan bodi bus di guardrail sepanjang 50 meteran, tidak ada bekas rem dan kemungkinan bekas selip di bahu jalan kecil. Artinya ada antisipasi berupa reaksi ngerem yang bisa dilakukan oleh pengemudi dengan cara memperlambat laju bus," sebutnya.

Menurut Sony, mengemudi setelah mengonsumsi obat-obatan terlarang membuat risiko kecelakaan lebih besar. Bahkan, risikonya lebih besar daripada cuma mengantuk.

"Saat mengemudi sambil nyabu membuat pengemudi tidak hanya lemah secara fisik, tapi mental. Semua yang ada di depannya sebuah gambar halusinasi, 10 kali lebih berbahaya daripada ngantuk," ujarnya.

Simak Video 'Petaka di Tol Mojokerto: Ganti Sopir, Tabrak Tiang, 14 Orang Tewas':

[Gambas:Video 20detik]



(rgr/din)