Pemerintah Pilih Impor Bus Listrik, Industri Karoseri Menjerit

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 10 Mei 2022 14:28 WIB
Jakarta -

Pemerintah tengah menggencarkan elektrifikasi kendaraan di sektor transportasi umum. Namun sayangnya, kebijakan yang diterapkan pemerintah saat ini dinilai belum berpihak kepada industri karoseri dalam negeri. Beberapa model bus listrik masih didatangkan secara utuh dari luar negeri.

Hal itu dikatakan oleh Technical Director Laksana, Stefan Arman. Menurut Arman, pemerintah belum melibatkan partisipasi industri karoseri dalam negeri terkait pengadaan bodi bus listrik.

"Betul bahwa secara aturan, undang-undang, ada ketimpangan yang menurut saya kurang memihak terhadap industri dalam negeri perihal impor CBU (Completely Built Up) bus listrik," kata Arman di Kantor Pusat Laksana, Ungaran, Semarang (19/4).

Arman menjelaskan bahwa Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) sudah melayangkan surat kepada pihak terkait seperti Kementerian Perindustian dan Kementerian Perdagangan. Intinya pihak asosiasi menginginkan pemerintah mengajak serta industri karoseri dalam negeri untuk menyuplai kebutuhan bodi bus listrik.

"Ini sesuatu yang sudah kita layangkan melalui asosiasi karoseri di Indonesia, Askarindo, kepada baik itu Kementerian Perindustrian maupun Kementerian Perdagangan. Dan ini memang masih jadi pembicaraan. Tapi saya lihat belakangan ini memang ada itikad baik (dari pemerintah). Cuma memang dalam segi undang-undangnya masih digodok. Jadi ini yang masih kita tunggu dari pemerintah untuk benar-benar secara perundang-undangannya harusnya memihak industri (karoseri) dalam negeri," sambungnya.

Bus listrik LaksanaBus listrik Laksana Foto: Youtube Laksana Bus

Lanjut Arman menambahkan, industri karoseri dalam negeri memiliki kemampuan membuat bodi bus listrik. Bahkan pada awal 2021 lalu, Laksana merilis bus listrik berukuran medium yang dinamakan E-Cityline3, dengan menggunakan sasis dan powertrain asal China, BYD.

"Kami yakin industri karoseri dalam negeri sangat mampu sekali membuat bus-bus listrik yang memiliki teknologi, kualitas, dan aspek keselamatan yang setara dengan bus-bus di luar (negeri). Jadi ini memang sebuah proses yang masih berlangsung. Mudah-mudahan tahun ini saya dengar-dengar pemerintah akan menggalakkan penggunaan bus listrik dan kita harapkan industri lokal ini bisa mulai bisa berkiprah dan berpartisipasi dalam pengadaan," tukas Arman.

(lua/rgr)