Efek Invasi Rusia ke Ukraina: Produksi Mobil Dunia Berkurang Jutaan Unit!

ADVERTISEMENT

Efek Invasi Rusia ke Ukraina: Produksi Mobil Dunia Berkurang Jutaan Unit!

Dina Rayanti - detikOto
Selasa, 08 Mar 2022 17:36 WIB
Toyota mulai memproduksi RAV4 di Rusia
Toyota sudah angkat kaki dari Rusia sebagai imbas invasi yang dilakukan negara tersebut pada Ukraina. Efek jangka panjang invasi akan membuat jumlah produksi mobil dunia turun sampai jutaan unit pada 2022 ini (Toyota Eropa)
Jakarta -

Produsen mobil merupakan salah satu 'korban' dari invasi Rusia ke Ukraina. Produksi mobil terganggu dan penjualan jadi terhambat. Tercatat sudah ada beberapa produsen yang memutuskan untuk angkat kaki dari Rusia tak terkecuali para pabrikan Jepang seperti Toyota, Nissan, hingga Mitsubishi.

Diberitakan CNBC, Selasa (8/3/2022), produksi mobil di Rusia sudah merasakan efek jangka pendek dari invasi tersebut. Produksi terpangkas karena beberapa pabrikan menghentikan operasionalnya. Pemangkasan produksi diprediksi masih akan berlanjut bila invasi terus berlanjut.

President of Global Forecasting and the Americas at LMC Automotive Jeff Schuster meramalkan produksi mobil akan berkurang jutaan unit sepanjang tahun 2022. Di Eropa diperkirakan produksi mobil akan terpangkas sebanyak 700.000 unit.

Pasar otomotif Eropa bakal lebih cepat terdampak ketimbang Amerika dan negara lainnya. Ini lantaran pabrikan asal Eropa seperti Audi dan Mercedes-Benz sudah memutuskan untuk memangkas produksi mobil karena suplai komponen wire harness terganggu.

"Wire harness merupakan komponen penting dan kami lihat akan sangat menganggu produksi dalam jangka pendek," ungkap analis UBS Patrick Hummel.

Sedangkan AutoForecast Solutions memprediksi produksi mobil di Rusia dan Ukraina bakal berkurang setengahnya menjadi 800.000 unit. Biasanya dalam setahun Rusia sanggup menjual 1,6-1,75 juta unit mobil.

Sementara untuk pasar global, produksi mobil diramal turun hingga 3,5 juta unit. Penurunan tersebut juga telah memperhitungkan faktor kelangkaan chip semikonduktor.

Sekadar informasi, Rusia dan Ukraina merupakan sumber utama gas neon dan paladium yang digunakan untuk produksi chip semikonduktor. Adanya konflik antara dua negara tentu akan memberikan dampak signifikan terhadap produksi chip semikonduktor.

Selain chip semikonduktor, kelangkaan juga bakal mendera katalik konverter karena langkanya suplai komponen. Ujung-ujungnya ada kenaikan inflasi dan harga mobil bisa makin mahal.



Simak Video "Stok Mobil Bekas Sulit, Rusia Pilih Impor Mobil Bekas dari Jepang"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT