Biar Aman dari Serangan Rusia, Mobil Warga China Diminta Pasang Bendera Tiongkok di Ukraina

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 25 Feb 2022 16:34 WIB
People queue to a petrol station in Kyiv on February 24, 2022. - Russian President Vladimir Putin announced a military operation in Ukraine on Thursday with explosions heard soon after across the country and its foreign minister warning a
Antrean mobil di Kota Kiev Foto: AFP/GENYA SAVILOV
Jakarta -

Kedutaan Besar China di Ukraina meminta warganya memasang bendera negara China pada kendaraan saat keluar dari rumah. Hal ini lantaran situasi di Ukraina telah memburuk selama operasi militer Rusia berlangsung sejak Kamis (24/2/2022).

"Situasi di Ukraina telah memburuk secara dramatis. Telah terjadi pemboman di beberapa kota, dan operasi militer sedang berlangsung," kata pernyataan dari kedutaan dikutip dari CNN, Jumat (25/2/2022).

Namun, warga China tetap diimbau tetap berada di rumah selama serangan Rusia ke Ukraina. Saat terpaksa meninggalkan rumah disarankan untuk menambah bendera China pada kendaraan.

"Bendera nasional China dapat ditempelkan pada bagian bodi mobil yang terlihat," tambah pernyataan tersebut.

Seperti dilansir news.com.au, Jumat (25/2/2022), Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan serangan militer besar-besaran terhadap Ukraina, negara tetangganya, pada Kamis (24/2) pagi waktu setempat.

Imbauan serupa juga pernah dikeluarkan selama konflik militer Lebanon dengan Israel pada tahun 2006, personel diplomatik China dan keluarga mereka yang mengungsi dari kedutaan besar di Beirut telah menutupi kendaraan mereka dengan bendera nasional China untuk menghindari menjadi sasaran secara acak.

China sejauh ini belum mengeluarkan pengumuman warganya untuk meninggalkan Ukraina. Penasihat keamanan yang dikeluarkan oleh kedutaan awal pekan ini telah memperingatkan warga negara China untuk menyimpan kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan air.

Rudal-rudal Rusia dilaporkan menghujani setidaknya 16 kota Ukraina dan helikopter serbu mengudara di atas ibu kota Kiev.

Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) China, Hua Chunying, berulang kali menolak untuk menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers pada Kamis (24/2) waktu setempat soal apakah China akan menyebut serangan Rusia terhadap Ukraina sebagai 'invasi'.

CNN bahkan melaporkan bahwa Hua Chunying menghindari lebih dari 11 pertanyaan soal serangan Rusia ke Ukraina dalam konferensi pers selama 90 menit. Dia juga tidak menjawab pertanyaan soal apakah China menganggap serangan Rusia itu melanggar integritas wilayah Ukraina.



Simak Video "Serangan Udara Rusia Hantam Gedung Universitas di Donetsk"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)