Cakep! Indonesia Bakal Punya Proving Ground Berstandar Internasional di Bekasi

Luthfi Anshori - detikOto
Sabtu, 29 Jan 2022 09:13 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak pihak asing untuk membangun proyek Proving Ground di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) Bekasi, Jawa Barat. Menhub ingin membangun fasilitas uji kendaraan dengan standar eropa.
Foto: 20Detik. Kemenhub membangun Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor di Bekasi.
Purwakarta -

Kementerian Perhubungan tengah membangun proving ground atau fasilitas pengujian kendaraan di Bekasi. Proving ground ini merupakan salah satu fasilitas yang ada di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor di Bekasi, Jawa Barat.

Seperti disampaikan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, fasilitas proving ground yang ada di Bekasi ini akan dibuat sesuai standar internasional, dengan beberapa fasilitas pengujian.

"Kami sampaikan bahwa pada saat ini, Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor di Bekasi akan membangun 16 fasilitas pengujian sesuai dengan standar internasional yang rencananya akan diterapkan di negara Asean yang tergabung dalam Asean Mutual Recognition Arrangement dengan 10 fasilitas pengujian ODOL (Over Dimension Over Load) dan 6 fasilitas pengujian indoor," kata Budi saat memberikan kata sambutan secara virtual dalam opening ceremony Hino Total Support Customer Center (HTSCC) di Purwakarta, Kamis (27/1/2022).

Jika fasilitas ini sudah jadi dan beroperasi, Budi optimis bisa memberi dampak dan manfaat ke banyak sektor. "Pembangunan proving ground yang saat ini sedang berproses, harapan kami dalam waktu dekat bisa untuk meningkatkan keselamatan kendaraan bermotor, penurunan pencemaran udara dari emisi gas buang kendaraan, serta penyerapan tenaga kerja," sambungnya lagi.

Sekadar informasi, pembangunan proving ground ini akan semakin melengkapi fasilitas yang sudah ada di Balai Pengujian ini di antaranya yakni fasilitas Uji Pengereman, Tes Speedometer, Uji Kebisingan, Uji Kemudi, Uji Kecelakaan, Uji Stabilitas, Kendaraan Bertenaga Listrik, dan Emisi CO2.

Selain itu, fasilitas pengujian proving ground nantinya akan dibangun mirip kondisi jalan sebenarnya. Ada simulasi jalan yang rusak, jalan berlumpur, jalan tergenang air, high speed test track, cross wind test, dust tunnel, skid pad, dan uji tabrak. Fasilitas ini diharapkan beroperasi pada 2024.

"Dengan adanya proving ground ini tentunya kita butuh meningkatkan kompetensi kita. Dan pemerintah juga perlu suatu keseimbangan, masukan terkait dinamika perkembangan yang terjadi, baik di bidang IT, sistem, infrastruktur, dan sebagainya. Output dari itu semuanya, tentu kami juga harus siapkan regulasinya. Kalau kemudian dari APM, dari operator, atau pengemudi, tidak banyak memberi masukan kepada kami, mungkin kami juga akan lamban mengikuti dinamika di industri transportasi, terutama transportasi logistik," tambah Budi.

(lua/din)