Evaluasi Kecelakaan Truk di Balikpapan, KNKT Sarankan Jam Lewat Truk Dibatasi

ADVERTISEMENT

Evaluasi Kecelakaan Truk di Balikpapan, KNKT Sarankan Jam Lewat Truk Dibatasi

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 28 Jan 2022 18:09 WIB
Rekaman CCTV detik-detik kecelakaan maut truk tronton tabrak sejumlah pengendara di Balikpapan, Kaltim. (dok. Istimewa)
Foto: Rekaman CCTV detik-detik kecelakaan maut truk tronton tabrak sejumlah pengendara di Balikpapan, Kaltim. (dok. Istimewa)
Jakarta -

Tepat sepekan lalu terjadi kecelakaan nahas di Simpang Rapak, Balikpapan (21/1). Kecelakaan itu melibatkan truk kontainer yang mengalami rem blong di jalanan menurun dan menabrak sejumlah pengendara yang sedang menunggu lampu merah. Hasil evaluasi kecelakaan itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyarankan jam lewat truk dibatasi supaya tidak bercampur dengan pengendara umum.

"Jadi cara yang paling murah, paling cepat, paling mudah dilakukan adalah memisahkan aktivitas kontainer dengan aktivitas warga Balikpapan. Jadi truk masuk ke sana (wilayah Simpang Rapak) itu antara jam 12 malam sampai 5 pagi, pas (jalanan) lagi sepi," kata Wildan kepada wartawan di Purwakarta (27/1/2022).

Dengan memisahkan aktivitas truk kontainer dan aktivitas warga sekitar, maka potensi kecelakaan fatal seperti kemarin diharapkan bisa dikurangi. Tetapi menurut Wildan, yang menjadi masalah, ketika truk-truk petikemas itu datang, mau ditaruh di mana?

"Maka kemarin kita mengusulkan supaya dibuat tempat untuk menampung truk-truk itu, sekitar 5 kilometer sebelum Simpang Rapak," sambung Wildan.

Lanjut Wildan menambahkan, tempat penampungan itu khusus hanya untuk tempat menampung sementara. Beda dengan terminal barang yang memiliki aktivitas bongkar muat. Sementara kalau rest area sifatnya sunah, artinya truk boleh masuk atau tidak ke fasilitas itu.

"Kalau fasilitas (penampungan truk) ini sifatnya wajib. Semua truk harus masuk. Nanti masuk kotanya bareng setelah jam 12 malem, sampai jam 5 pagi. Jadi benar-benar kita kendalikan di situ (pergerakannya)," kata Wildan.

Tak sekadar tempat menampung sementara, di fasilitas itu nantinya juga akan dipasangi videotron yang menjelaskan bagaimana tips mengemudi secara aman di jalan menurun dan sebagainya. "Jadi ada proses edukasi juga di sana sambil mereka istirahat," sambungnya lagi.

Soal kemungkinan memasang fasilitas tersebut, Wildan mengatakan jika rencana itu sudah didiskusikan dengan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). Di samping itu, instansi setempat juga diklaim sudah memiliki lahan untuk membangun fasilitas penampungan sementara truk-truk tersebut.

"Saya juga sudah ngomong ke Pak Dirjen. Nanti kalau betul tempat ini ada, kita dampingkan aja freed center sama tempat KIR untuk kendaraan besar. Jadi mereka (truk-truk itu) KIR-nya nggak usah masuk kota Balikpapan," jelas Wildan.

"Ini solusi murah untuk mencegah operasional truk kontainer ini bertemu dengan aktivitas masyarakat, sebab edukasi ke pengemudi ini kan jumlahnya banyak nih, saya nggak yakin bisa sampai kapan. Lebih baik ya kita larang aja mereka masuk, nanti nunggu jam 12 sepi, silahkan masuk. Nah sambil menunggu, kita pasangi videotron, kita ajari mereka cara mengemudi di jalan menurun," sambungnya.

"Pemerintah daerah sana, mereka setuju banget. PUPR juga, 'kita siap pak'. Dari Direktorat Jenderal Bina Marga-nya mau membiayai kalau memang ada lahannya. Ini yang coba akan kita bicarakan. Jadi memang kita coba membuat penyelesaian yang komprehensif dan realible, yang masuk akal, yang kira-kira mudah bagi semua orang. Jangan sampai memberatkan. Kalau kita bikin jalan (baru) kan lama, biayanya mahal, dan sebagainya," tukasnya.



Simak Video "Kecelakaan Maut di Lampung, Ayah-Anak Tewas Terbakar"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT