Sopir Truk Wajib Baca! Begini Teknik Mencegah Rem Blong di Jalan Menurun

ADVERTISEMENT

Sopir Truk Wajib Baca! Begini Teknik Mencegah Rem Blong di Jalan Menurun

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 28 Jan 2022 15:49 WIB
Rekaman CCTV detik-detik kecelakaan maut truk tronton tabrak sejumlah pengendara di Balikpapan, Kaltim. (dok. Istimewa)
Foto: Rekaman CCTV detik-detik kecelakaan maut truk tronton tabrak sejumlah pengendara di Balikpapan, Kaltim. (dok. Istimewa)
Purwakarta -

Rem blong menjadi salah satu penyebab kecelakaan yang paling sering dialami kendaraan besar seperti truk dan bus. Menurut pihak KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi), hampi 90% dari total kecelakaan truk-bus akibat rem blong dialami di jalanan menurun. Lalu seperti apa tips berkendara aman bagi para sopir truk ketika melewati medan ekstrem seperti jalanan menurun?

Senior Investigator KNKT, Achmad Wildan, menjelaskan tips bagaimana caranya ketika truk melewati jalanan menurun. Menurut Wildan, hal pertama yang harus dilakukan sopir adalah menggunakan gigi rendah untuk membantu kendaraan melaju perlahan dengan auxiliary brake (rem pembantu) berupa engine brake.

"Paling gak idealnya (sopir harus) pakai gigi 2, jangan sampai pakai gigi 3, karena itu bahaya," kata Wildan kepada wartawan di Purwakarta (27/1/2022).

Selain menggunakan gigi rendah, hal lain yang harus dilakukan sopir truk ketika melewati jalanan menurun adalah menggunakan exhaust brake atau rem angin.

"Exhaust brake harus diaktifkan (terus), jangan dimainkan. Biasanya exhaust brake itu dimainkan on-off, on-off, itu jangan. Nyalain aja terus, supaya bisa nahan (laju kendaraan). Jadi nanti yang menahan (laju) roda itu bukan rem, tetapi adalah mesin. Jadi akan pelan nanti dia, nggak perlu pakai rem (pedal)," sambung Wildan.

"Coba perhatikan di FO (Flyover Kretek, Brebes), itu truk-truk pengangkut tanah, truknya sudah tua-tua, muatannya juga over loading, tapi nggak pernah celaka. Kenapa? Karena pada saat turun dia pakai gigi 1, terus exhaust brake diaktifkan, bunyinya ngeng...ngeng...ngeng (ada yang menahan). Jalannya memang jadi kayak kura-kura (lambat), tapi kan selamat dia akhirnya," ujar Wildan.

(lua/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT