Kenaikan harga Pertamax cs bikin konsumsi Pertalite naik. Meski begitu, stok Pertalite diklaim masih terkendali.
Konsumsi Pertalite mengalami kenaikan. Naiknya konsumsi BBM RON 90 Pertamina itu tak lepas dari kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Green, dan beberapa jenis lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikannya cukup signifikan, kalau sebelumnya dibanderol Rp 12.000-an per liter, maka per 10 Juni 2026, harganya tembus Rp 16.250 per liter. Di beberapa daerah bahkan harganya mencapai Rp 17.000-an per liter. Alhasil, pengguna Pertamax cs mulai beralih menggunakan Pertalite yang dibanderol lebih terjangkau.
"Saat ini terjadi peningkatan (konsumsi Pertalite) hampir 9,4 persen hanya di bulan Juli saja," ungkap Director of Regional Marketing at PT Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading Eko Ricky Susanto dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII belum lama ini.
Sebelum ada kenaikan harga, konsumsi Pertamax dari keseluruhan mencapai 23,2 persen, sementara Pertalite 75,4 persen. Namun setelah harga BBM RON 92 itu naik, konsumsi Pertamax merosot, sementara komposisi Pertalite justru naik menjadi 80,3 persen. Komposisi Pertamax per Juli itu menjadi 18,8 persen, Pertamax Green 0,2 persen, dan Pertamax Turbo 0,7 persen.
"Kalau secara komposisi perubahannya pada saat periode Januari-Mei, kondisi untuk produk Pertalite JKBP secara komposisi sekitar 75 persen, saat ini sudah bergeser ke 80 persen. Jadi hampir 5 persen komposisi BBM gasoil sudah bergeser kepada BBM PSO," lanjut Eko.
Baca juga: Ternyata Segini Harga BBM B50 |
Selain Pertalite, konsumsi biosolar juga mengalami peningkatan. Komposisi Biosolar naik menjadi 94,2 persen dari sebelumnya 93 persen. Kemudian komposisi konsumsi Dexlite dan Pertamina Dex turun 6,4 persen dibandingkan konsumsi rata-rata normal harian. Dia menjelaskan bahwa meningkatnya komposisi penggunaan Biosolar itu juga disebabkan oleh beralihnya kendaraan industri untuk menggunakan BBM subsidi tersebut.
"Pengaruhnya terhadap produk Dex series, Dexlite, maupun Pertadex itu juga terjadi penurunan hampir 6,4 persen," jelas Eko.











































Komentar Terbanyak
Segini Hematnya Pakai Motor Listrik, Bisa Nabung Belasan Juta Rupiah!
Viral Sopir Alphard Tak Terima Ditegur Satpam usai Terobos Lampu Merah
Pemprov 'Kehilangan' Rp 2 Triliun, Pajak Mobil Listrik Rp 0 Perlu Ditinjau