3 Cara Bayar Tol Tanpa Berhenti, Mulai Berlaku Tahun Ini

Tim detikcom - detikOto
Rabu, 19 Jan 2022 16:11 WIB
Kendaraan mengantre di Gerbang Tol Kalihurip Utama (kalitama) arah Bandung, Karawang, Minggu (2/1/2022).
Ini 3 cara bayar tol tanpa berhenti. Foto: Dian Firmansyah
Jakarta -

Sistem transaksi tol tanpa berhenti bakal diterapkan di Indonesia. Ini tiga cara bayar tol tanpa berhenti, yang dijadwalkan mulai berlaku tahun 2022.

Sistem bayar tol tanpa berhenti ini telah dibahas dalam rapat koordinasi antara Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, ATI (Asosiasi Tol Indonesia (ATI), dan PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) beberapa waktu lalu. Disebutkan, sistem pembayaran tol tanpa setop mulai diterapkan di 40 ruas tol di Pulau Jawa dan Bali. Penerapan bayar tol tanpa berhenti ini dilakukan pada akhir 2022 atau Desember tahun ini.

Sistem transaksi tol tanpa berhenti atau disebut multi lane free flow (MLFF) ini memungkinkan transaksi pembayaran tol dilakukan saat kendaraan sedang melaju. Artinya, tidak ada lagi transaksi di pintu tol. Untuk tahap awal, kemungkinan sistem transaksi tol tanpa berhenti ini diterapkan di Jabodetabek.

Setidaknya, ada tiga cara bayar tol tanpa berhenti dengan sistem MLFF. Apa saja? Berikut ulasannya.

E-OBU

Cara pertama adalah menggunakan Electronic on board unit atau E-OBU. Cara bayar tol tanpa berhenti dengan E-OBU ini direkomendasikan bagi yang memiliki smartphone dan jarang bertukar kendaraan dengan orang lain. Artinya, kamu yang bepergian sehari-hari dengan satu mobil bisa menggunakan sistem pembayaran E-OBU ini.

Setiap kendaraan yang hendak memasuki jalan tol harus sudah terdaftar dalam sistem, baik data kendaraan maupun pengguna. Pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi MLFF yang bisa diunduh dari ponsel.

Penggunanya bisa memilih metode pembayaran setelah melakukan registrasi. Sistem ini nantinya bisa terintegerasi dengan berbagai pembayaran. Setelah melakukan registrasi pengguna dapat langsung menggunakan aplikasi E-OBU hanya dengan menekan tombol mulai. E-OBU akan mengirim sinyal GPS ke MLFF pusat. GPS akan mendeteksi lokasi kendaraan, serta memotong saldo secara otomatis.

OBU

Cara kedua adalah On board unit atau OBU. Metode OBU direkomendasikan untuk kendaraan yang sering digunakan dengan pengemudi yang berbeda.

Jika ingin menggunakan perangkat OBU, maka kamu bisa membeli OBU dan mendaftarkan kendaraan. OBU berfungsi dengan cara yang sama seperti E-OBU, yakni dengan mencatat penggunaan jalan tol berdasarkan GPS dan saldo akan terpotong secara otomatis sesuai dengan tarifnya.

Electronic Route Ticket

Terakhir adalah pembayaran tol tanpa berhenti dengan caa membeli Electronic Route Ticket. Cara ini direkomendasikan bagi kamu yang jarang bepergian menggunakan jalan tol.

Kamu dapat membeli Electronic Route Ticket sekali pakai di situs resmi atau aplikasi MLFF. Dengan cara ini, kamu harus memasukkan titik masuk dan keluar tol.

Tak Bisa Terobos Tol Tanpa Bayar

Sebelum diterapkan MLFF, tentunya berbagai sistem telah disiapkan. Salah satunya adalah mencegah pengendara nakal yang ogah bayar tol.

Untuk memastikan semua orang membayar tol, akan ada pengendalian khusus di seluruh jalan tol. Pertama ada gantry, portal tinggi berkaki tegak. Alat ini dilengkapi dengan kamera, dan perangkat lunak sehingga bisa mengidentifikasi data kendaraan yang lewat. Gantry segera mengirim data ke sistem pusat MLFF, sistem akan secara otomatis memeriksa apakah mobil sudah terdaftar, apakah pengguna sudah membayar, serta memverifikasi apakah pengguna tersebut melanggar aturan jalan tol atau tidak.

Sistem MLFF juga bakal terintegerasi dengan kendaraan pemantau. Kendaraan pemantau tersebut akan ditempatkan secara acak di tol. Jika terdapat pelanggaran, sistem pusat MLFF akan mengirimkan informasi kepada pelanggar untuk membayar biaya tambahan. Jika hal tersebut tidak dipenuhi, maka sistem pusat MLFF akan menginformasikan data pelanggaran kepada pihak yang berwenang untuk dapat melakukan penindakan sesuai hukum yang berlaku.



Simak Video "Kepala BPJT: 2024 Tak Ada Lagi Gerbang Tol di Indonesia!"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)