Indonesia Mau Terapkan Masuk Tol Tanpa Setop Tap Kartu, Penerobos Berurusan dengan Polisi

Luthfi Anshori - detikOto
Rabu, 08 Sep 2021 18:08 WIB
Kakorlantas Polri Irjen Istiono meninjau jalur Tol Trans Jawa di gerbang Tol Brebes Timur, Senin (9/12/2019).
Indonesia akan terapkan sistem bayar tol tanpa berhenti mulai tahun depan. Foto: Imam Suripto/detikcom
Jakarta -

Mulai tahun depan Indonesia akan mencoba sistem bayar tol tanpa berhenti di Jawa dan Bali. Teknologi ini bernama Multi Lane Free Flow (MLFF) berbasis GNSS (Global Navigation Satelite System). Adanya teknologi ini menghilangkan fungsi gerbang masuk-keluar tol. Lalu bagaimana ya kalau ada pengendara yang menerobos sistem MLFF ini?

Dijelaskan Emil Iskandar, selaku Chief of Business Development PT Roatex Indonesia Toll System, pengguna jalan tol tidak akan bisa mengelabui sistem ini. Karena setiap pelanggaran seperti menerobos sistem MLFF akan diketahui oleh sistem, untuk kemudian si pelanggar akan ditindak oleh penegak hukum.

"Apabila ada pengguna jalan yang coba-coba masuk (tol) tanpa daftar (ke sistem MLFF), ini harus hati-hati karena kami sudah bekerja sama dengan pihak Kepolisian, dalam hal ini Korlantas. Kita mengintegrasikan database pengguna aplikasi MLFF dengan database yang ada di Korlantas, dalam hal ini kita akan terintegrasi dengan data Regident Korlantas," ujar Emil, dalam diskusi publik yang diselenggarakan Instran dan YLKI, Rabu (8/9/2021).

"Jadi setiap ada pelanggaran, case-nya akan kita limpahkan ke pihak Kepolisian. Nanti ada level-level tertentu, mungkin ada level 2, level 3 pelanggaran itu akan diserahkan ke Kepolisian dan selanjutnya diproses secara hukum," sambungnya.

Sebagai informasi, untuk memastikan semua orang membayar di jalan tol, maka akan ada pengendalian khusus di seluruh jalan tol. Pertama ada gantry, portal tinggi berkaki tegak. Alat ini dilengkapi kamera dan perangkat lunak sehingga bisa mengidentifikasi data kendaraan yang lewat.

Gantry segera mengirim data ke sistem pusat MLFF, sistem akan secara otomatis memeriksa apakah mobil sudah terdaftar, apakah pengguna tol sudah membayar, serta memverifikasi apakah pengguna tersebut melanggar aturan jalan tol atau tidak.

Selain gantry, sistem MLFF akan terintegrasi dengan kendaraan-kendaraan pemantau. Kendaraan-kendaraan pemantau ini akan ditempatkan secara acak di jalan tol. Kendaraan pemantau akan memonitor kendaraan yang lewat. Jika terdapat pelanggaran, sistem pusat MLFF akan mengirimkan informasi kepada pelanggaran untuk membayar biaya tambahan.

Jika hal tersebut tidak dipenuhi, maka sistem pusat MLFF akan menginformasikan data pelanggaran kepada pihak yang berwenang untuk dapat melakukan penindakan sesuai hukum yang berlaku.

(lua/din)