Ini 2 Bus Mercedes-Benz yang Paling Laris di Indonesia

Luthfi Anshori - detikOto
Kamis, 23 Des 2021 19:21 WIB
Bus Suites Combi Laksana Berbasis Mercedes-Benz OF 917
Ilustrasi bus yang menggunakan sasis Mercedes-Benz. Foto: Daimler Commercial Vehicles Indonesia
Jakarta -

Mercedes-Benz menjadi salah satu pemain utama dalam industri transportasi bus di Indonesia. Merek bus asal Jerman tersebut diklaim punya market yang kuat di Pulau Jawa dan Sumatra. Dari sekian banyak model, manakah bus Mercedes-Benz yang paling laris?

"Untuk bus, yang paling best seller di Indonesia itu masih (tipe) 1526 dan 1626, yang menjadi incaran, apakah itu dari proyek pemerintah ataupun dari PO-PO bus," buka buka Head of Product and Marketing, PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), Faustina Tjandra dalam diskusi virtual yang digagas Forum Wartawan Otomotif (14/12/2021).

Menurut Faustina, dua tipe bus Mercedes-Benz tersebut sesuai dengan kebutuhan pelanggan di Indonesia, karena secara dimensi dan performa, bisa untuk layanan transportasi pariwisata maupun AKAP (Antar Kota Antar Provinsi).

"Karena memang dua segmen ini yang cocok untuk pariwisata (maupun AKAP), baik dari segi dimensi panjang maupun lebarnya. Horse power-nya juga 260 dk, itu cukup mumpuni untuk membawa 40-50 penumpang. Terlebih 1626 juga hadir dengan air suspension, sehingga bakal nyaman untuk customer," kata Faustina lagi.

Salah satu pelanggan setia bus Mercedes-Benz di Pulau Jawa, PO Haryanto, juga pernah memberi tahu alasan mengapa armada busnya mayoritas memakai merek Mercedes-Benz.

Menurut Direktur Operasional PO Haryanto, Rian Mahendra, sekitar 80% armada bus PO Haryanto menggunakan sasis Mercedes-Benz. Sasis dan mesin bus Mercedes-Benz diklaim paling bisa diandalkan untuk kebutuhan operasional di jalur tol Trans Jawa.

Selain itu, Mercy juga memiliki sistem pendinginan mesin yang lebih baik. "(Jadi di) sistem pendinginan, kapasitas oli Mercy lebih besar," kata Rian kepada detikcom beberapa waktu lalu di Kudus.

"(Selain itu) berdasar apa yang kita rasakan, kita berpikir, bahwasannya untuk medan Transjawa saat ini Mercy yang paling bisa diajak kerja. Paling cuan, dalam hal apapun, paling tepatlah," ujar Rian.

(lua/riar)