Fakta! 1,5 Juta Lapangan Kerja Industri Otomotif Ikut Dongkrak Perekonomian Indonesia

team DetikOto - detikOto
Kamis, 23 Des 2021 18:15 WIB
Pabrik milik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang resmi melahirkan mobil Sienta. Toyota menargetkan produksi 4.000 unit/bulan.
Ilustrasi produksi mobil TMMIN Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Perekonomian Indonesia yang berangsur pulih dan keluar dari cangkang pandemi dinilai tidak lepas dari tumbuhnya industri otomotif, yang diartikan 1,5 juta lapangan kerja di Industri otomotif ikut berjasa di dalamnya.

Seperti yang disampaikan Direktur Eksternal Affairs Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, dalam siaran resmi yang diterima detikOto.

"Kinerja industri otomotif Indonesia menjadi sektor industri andalan yang berperan sebagai penopang dan lokomotif kebangkitan ekonomi nasional. Industri yang berkontribusi bagi 1,5 juta lapangan kerja dari hulu hingga hilir ini telah menyumbangkan 4% dari Penerimaan Domestik Bruto (PDB) Indonesia," ucap Bob.

"Tren positif ekspor T-brand tidak dapat kami capai tanpa dukungan Pemerintah Indonesia melalui berbagai stimulus dan kebijakan pendorong ekspor otomotif nasional" Bob Azam menambahkan.

Bob menjelaskan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan fokus APBN tahun 2022 adalah menjaga momentum pemulihan ekonomi dan secara bertahap menyehatkan kembali penerimaan negara.

Kementerian Keuangan berharap kebijakan stimulus mampu meningkatkan konsumsi masyarakat khususnya terhadap produk-produk unggulan industri kendaraan bermotor dalam negeri sebagai upaya mempercepat ritme pemulihan ekonomi nasional paska pandemi COVID-19.

Pekerja melakukan proses pembuatan mesin mobil di Pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia Karawang, Jawa Barat, Senin (7/3/2016). Dengan diresmikannya engine plant ketiga ini, TMMIN memiliki total jumlah 5 pabrik di Indonesia, baik untuk produksi mesin dan perakitan kendaraan. Engine plant ketiga ini akan menjadi basis produksi mesin untuk lokal dan juga diekspor ke lima negara. Total investasi di engine plant ketiga ini menghabiskan Rp 2,3 triliun.Rencananya akan menjadi basis produksi mesin kode NR khususnya tipe R-NR. Mesin tipe R-NR ini adalah mesin bensin yang bisa menggunakan bahan bakar ethanol.Pekerja melakukan proses pembuatan mesin mobil di Pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia Karawang, Jawa Barat, Senin (7/3/2016). Dengan diresmikannya engine plant ketiga ini, TMMIN memiliki total jumlah 5 pabrik di Indonesia, baik untuk produksi mesin dan perakitan kendaraan. Engine plant ketiga ini akan menjadi basis produksi mesin untuk lokal dan juga diekspor ke lima negara. Total investasi di engine plant ketiga ini menghabiskan Rp 2,3 triliun.Rencananya akan menjadi basis produksi mesin kode NR khususnya tipe R-NR. Mesin tipe R-NR ini adalah mesin bensin yang bisa menggunakan bahan bakar ethanol. Foto: Agung Phambudhy

Regulasi ini turut membantu target Bank Indonesia yang telah mengumumkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 akan mencapai 4,7-5,5% didorong dengan berlanjutnya perbaikan ekonomi global yang berdampak pada kinerja ekspor yang tetap kuat serta meningkatknya permintaan domestik dari kenaikan konsumsi dan investasi

"Pertumbuhan industri otomotif baik pasar domestik dan ekspor nyatanya berperan menjadi lokomotif ekonomi nasional. Berbagai kebijakan dan regulasi yang digulirkan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian terbukti dapat menjadi stimulus aktif peningkatan penjualan kendaraan dalam negeri dan performa ekspor yang positif. Kehadiran insentif PPnBM mendorong konsumsi domestik sepanjang Jan-Nov 2021 mencapai 761 ribu unit atau berangsur pulih sebesar 81% dibandingkan periode sebelumnya di masa pandemi 2019," ujar Bob.

Kepercayaan konsumen global terhadap produk otomotif nasional, lanjut Bob. Ditunjukkan dengan pencapaian positif ekspor Indonesia. Merujuk data kinerja ekspor sepanjang Januari - November 2021 dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ekspor kendaraan utuh dari Indonesia mencapai angka 267 ribu unit atau pulih sekitar 87% dari periode yang sama di tahun 2019.

Sementara itu, ekspor kendaraan utuh bermerek Toyota dari Indonesia untuk Jan-Nov 2021 mencatatkan angka sebesar 166 ribu unit dengan proyeksi pencapaian tahunan hinga 188 ribu unit. Pencapaian ini memperlihatkan kinerja ekspor Toyota Brand sudah pulih ke level 89% dibandingkan dengan situasi sebelum pandemi.

Ekspor Toyota Fortuner TMMINEkspor Toyota Fortuner TMMIN Foto: dok. TMMIN

Berikut data ekspor Toyota Januari-November 2021:

- Tipe SUV (Fortuner, Rush, Raize): 76 ribu unit
- Tipe MPV (Kijang Innova, Sienta, Avanza, Town/Lite Ace, Veloz): 33 ribu unit.
- Tipe sedan, hatchback, LCGC (Vios, yaris, Agya): 57 ribu unit.
- Mesin (TR dan NR): 101 ribu Unit.
- Kendaraan Terurai (CKD): 47 ribu block.
- Komponen kendaraan: 79 juta pieces.



Simak Video "Pemerintah Adakan Program Diskon PPnBM, Apa Sih Untungnya Buat Negara?"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)