Truk ODOL Auto Ketar-ketir, di Tol Ada Teknologi Pelacak Kendaraan Obesitas

Luthfi Anshori - detikOto
Kamis, 09 Des 2021 07:35 WIB
Petugas gabungan menggelar operasi over dimensi overload di Tol JORR W2 Utara. Hingga pukul 10.41 WIB, lebih dari 20 dump truck ditilang oleh petugas.
Truk ODOL atau truk obesitas. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Truk ODOL (Over Dimension Over Load) masih menjadi salah satu permasalahan di jalanan Indonesia. Keberadaan kendaraan logistik yang tidak patuh ketentuan berat dan dimensi tersebut berdampak pada rusaknya jalan. Tak sedikit pula yang mengalami kecelakaan lantaran bobot kelewat berat. Melihat fenomena tersebut, pengelola jalan tol mulai menerapkan sejumlah strategi untuk memberantas truk ODOL di jalan raya. Seperti apa sih sistemnya?

"Fenomena ODOL memang kalau dilihat dominasinya, banyak terjadi di ruas-ruas dengan profil lalu lintas yang dominan kendaraan domestik. Jadi umpama kalau lalu lintas di aglomerasi di Metro, itu tidak terlalu besar," buka CEO Toll Road Business Group (ASTRA Infra) Kris Ade Sudiyono dalam Media Gathering Virtual, Rabu (8/12/2021).

"Kebetulan yang terjadi di ruas Tangerang-Merak, 25% dari total lalu lintasnya adalah kendaraan logistik. Nah fenomena ODOL terjadi dominan. Ini menjadi percontohan bagi kita di 6 ruas tol yang lain, bagaimana kita memperlakukan dan mengawasi kendaraan-kendaraan over load over dimensi ini," sambung Kris.

Untuk memantau dan menindak truk ODOL, Kris mengatakan telah menguji coba sebuah sistem canggih yang bisa mengetahui keberadaan truk ODOL di jalan tol. Tapi untuk lokasinya memang masih terbatas di beberapa ruas.

"Di beberapa gerbang kita sudah pasang instrumen yang memungkinkan kita memonitor kendaraan ODOL tersebut. Lalu kami juga sedang melakukan uji coba, yaitu fasilitas instrumen yang memonitor kendaraan ODOL, tetapi tidak perlu berhenti. Kita menyebutnya instrumen pengendali ODOL tapi di main road, di jalan utama. Jadi mobil lewat seperti biasa, kita bisa ketahui ini ODOL atau tidak ODOL," jelas Kris.

Kris juga mengatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk pengaplikasian sistem tersebut. Saat ini lokasinya ada di tol sisi Serang, Banten. Adanya teknologi ini memungkinkan petugas bisa memitigasi saat itu juga saat menemui kendaraan-kendaraan yang termasuk kategori ODOL.

"Lalu juga secara benchmark, tentunya pengalaman di MMS, pengalaman di ruas-ruas lain, kita di asosiasi jalan tol sudah mendiskusikan kendaraan ODOL. Kampanye pemerintah 2023 jalan tol bebas ODOL tentunya harus berjalan. Jadi kita akan mendukung kebijakan pemerintah, baik dari aspek regulasi, dari aspek infrastruktur, maupun dari aspek enforcement di lapangan," tukas Kris.

(lua/din)