Bus TransJakarta Sering Kecelakaan, Sopirnya Perlu Dilatih Lagi

Tim detikcom - detikOto
Rabu, 08 Des 2021 11:40 WIB
Bus Transjakarta menabrak separator busway di daerah Bundaran Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (3/12). Kecelakaan itu mengakibatkan bagian depan bus Transjakarta rusak.
Kecelakaan bus TransJakarta. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Beberapa waktu belakangan, terjadi kecelakaan bus TransJakarta yang seakan terulang. Kecelakaan bus TransJakarta itu terjadi dalam satu pekan terakhir.

Sopir TransJakarta dinilai perlu dilakukan pelatihan safety driving lagi. Polda Metro Jaya merekomendasikan manajemen TransJakarta agar melakukan penyegaran prosedur keselamatan berkendara kepada para pengemudinya.

"Kalau terhadap pengelola tentunya, kami melakukan koordinasi agar ke depan hal ini tidak terulang lagi dengan meningkatkan keterampilan mengemudi, kemudian bagaimana pengetahuan berlalu lintas yang baik, kemudian 'safety riding' dengan melakukan pelatihan secara intens," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan seperti dikutip Antara.

Kata dia, Polda Metro Jaya juga akan memberikan pelatihan keselamatan berkendara kepada pengemudi bus TransJakarta.



"Kami lihat ini keterampilan mengemudi sebenarnya. Tentunya akan kita berikan pelatihan-pelatihan khusus agar tidak terulang lagi kejadian seperti ini," ujarnya.

Praktisi keselamatan berkendara yang juga yang juga Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan mengemudi bus itu harus punya ketrampilan khusus. Sony memberikan saran agar kecelakaan bus TransJakarta tidak terjadi lagi. Pertama, pengemudi harus dibekali dengan teknik mengemudi di trek khusus bus dan diberikan penilaian atau assesment setiap tiga bulan sekali untuk memastikan kesehatan fisik dan mentalnya masih baik.

Saran lain, pindah-pindahkan rute pengemudi agar tidak monoton. Kata Sony, hal itu seperti pilot pesawat terbang yang berpindah-pindah rute tujuan untuk me-refresh kondisi yang berbeda-beda.

"Besar pengaruhnya, kecelakaan sering terjadi akibat rute yang dilewati itu-itu aja, sehingga otak stuck. Berbeda kalau rutenya berpindah-pindah, sehingga otak, otot dan syaraf menerima informasi yang berbeda di lajur yang lain. Ini sudah pernah saya usulin di awal-awal saya ngajar mereka. Tapi mungkin manajemen punya metode berbeda," ucap Sony.

Dalam sepekan terakhir, ada empat kecelakaan bus TransJakarta. Pertama, bus TransJakarta dengan operator PT Steady Safe menabrak Pos Polisi di Lampu Merah PGC Cililitan, Jakarta Timur pada Kamis (2/12/2021). Sehari setelahnya, kecelakaan bus TransJakarta kembali terjadi di depan Ratu Plaza, Senayan. Bus dari operator PT Mayasari Bhakti menabrak pembatas jalan (separator) busway di depan Ratu Plaza, Senayan.

Senin (6/12/2021), terjadi lagi kecelakaan tunggal bus TransJakarta di Halte Puri Beta 2, akibat pengemudi lupa menarik rem tangan. Dan pada Senin Malam, bus TransJakarta menabrak seorang pejalan kaki hingga meninggal dunia di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.



Simak Video "Kecelakaan Berulang Bikin Direksi TransJakarta Dievaluasi"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)