Dukung Kendaraan Listrik, Pemerintah Siapkan 31 Ribu SPKLU

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 18 Nov 2021 18:12 WIB
Kawasan Kota Jababeka Cikarang akan memiliki stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Kehadiran SPKLU itu guna dukung Program Percepatan Mobil Listrik.
SPKLU. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pemerintah mendukung akselerasi penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Penggunaan kendaraan listrik ini dilakukan demi menekan emisi gas buang dari kendaraan bermesin bakar.

Asdep Industri Maritim dan Transportasi Firdaus Manti mengatakan, polusi udara di Indonesia terbilang cukup tinggi. Sektor transportasi merupakan salah satu penyumbang emisi terbesar.

"KBLBB sebagai era baru alat transportasi bebas polusi," kata Firdaus dalam seminar harian GIIAS 2021 yang juga dilakukan secara virtual, Kamis (18/11/2021).

Untuk itu, pemerintah mendukung akselerasi kendaraan listrik. Sebagai salah satu bentuk dukungannya adalah penyebaran stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

"Kalau dari roadmap mengenai pengembangan SPKLU dan SPBKLU, teman-teman dari Kementerian ESDM (Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam) targetnya cukup tinggi. Untuk SPKLU itu sebanyak 31 ribu unit di tahun 2030. Untuk SPBKLU sebanyak 67 ribu," ujarnya.

Rinciannya, target SPKLU tahun 2021 ini sebanyak 572 unit dan SPBKLU 3.000 unit. Kemudian di tahun 2025 ditargetkan ada 6.318 unit SPKLU dan 17.000 unit SPBKLU. Sementara di tahun 2030 naik jadi 31.859 unit SPKLU dan 67.000 unit SPBKLU.

"Kenapa SPBKLU banyak, karena satu SPBKLU itu satu kotak nggak cuma satu, minimal ada 5-10 baterai yang bisa ditukar. Tentunya jumlah ini terus berkambang dan menyesuaikan kondisi keadaan pada saat berjalan," katanya.

SPBKLU sendiri adalah stasiun penukaran baterai untuk sepeda motor listrik yang bisa menerapkan battery swap. Jadi, pemilik motor listrik yang baterainya habis bisa menukar baterai tersebut dengan baterai baru yang sudah terisi penuh, pembeliannya sama seperti membeli air minum kemasan galon atau gas elpiji.

Sementara itu, Firdaus bilang pemerintah terus menggenjot penyebaran SPKLU, khususnya di tempat umum. SPKLU diharapkan tersedia di rest area jalan tol, jalan lintas provinsi, SPBU, terminal, bandara, stasiun kereta, pelabuhan penyeberangan serta area wisata dan kawasan komersial.

"Selain di tempat-tempat umum ada juga kantor dan hotel-hotel yang menyiapkan SPKLU," ucapnya.



Simak Video "Jurus PLN Dukung Transformasi Kendaraan Listrik di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)