ADVERTISEMENT

Hasil Studi: Biaya Servis dan Perawatan Mobil Listrik Lebih Murah Dibanding Mobil BBM

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Senin, 01 Nov 2021 19:53 WIB
Toyota bZ4X
Biaya perawatan mobil listrik lebih murah dibanding mobil konvensional (doc. Toyota)
Jakarta -

Sebuah studi baru menunjukkan biaya perawatan mobil listrik ternyata lebih murah daripada mobil yang menggunakan mesin pembakaran internal, terutama untuk jangka panjang. Berapa ya perbandingan harga antara keduanya?

Dikutip dari Carscoops, penelitian ini dilakukan oleh perusahaan We Predict. Dalam studi ini ditemukan, pemilik mobil listrik justru harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk perawatan pada tiga bulan hingga satu tahun pertama setelah pembelian dibanding dengan mobil pembakaran internal.

Data yang dirilis menunjukkan, pemilik mobil listrik di Amerika Serikat menghabiskan rata-rata biaya sebesar US$ 123 (Rp 1,7 juta) untuk biaya perbaikan pada tiga bulan pertama. Sementara untuk tahun pertama biaya yang dikeluarkan mencapai US$ 306 (Rp 4,3 juta).

Sebagai perbandingan, pemilik mobil dengan mesin pembakaran internal menghabiskan dana rata-rata mencapai US$ 53 (Rp 750 ribu) untuk perbaikan dalam tiga bulan pertama. Lalu, untuk biaya servis selama satu tahun memerlukan biaya sebesar US$ 189 (Rp 2,6 juta).

Meski biaya perawatan di tahun pertama lebih mahal, namun untuk jangka panjang biaya perawatan mobil listrik ternyata lebih murah. Dalam kurun waktu 36 bulan (3 tahun), biaya servis mobil EV rata-rata sebesar US$ 514 (Rp 7,3 juta). Jika dibandingkan dengan mobil pembakaran mesin internal perlu mengeluarkan dana mencapai US$ 749 (Rp 10,6 juta).

Studi dari We Predict mengklaim jika adanya perbedaan ini disebabkan oleh biaya perawatan yang lebih rendah. Sehingga, dalam kurun waktu di atas satu tahun biaya servis mobil listrik lebih terjangkau ketimbang mobil dengan mesin pembakaran internal.

Dalam melakukan penelitian ini, perusahaan mencakup lebih dari 13 juta kendaraan dengan 400 model berbeda di Amerika Serikat. Hasil penelitian ini didasarkan pada 65 juta kendaraan yang di servis dengan total biaya mencapai US$ 7,7 miliar (Rp 109 triliun) untuk suku cadang dan US$ 9,5 miliar (Rp 135 triliun) untuk biaya tenaga kerja.

Hasil studi ini juga memperhitungkan dalam biaya pemeliharaan, perbaikan tak terduga, garansi dan penarikan kembali, diagnostik, pembaruan perangkat lunak, service campaign, dan instalasi pemasangan komponen di pabrik.

"Data ini menunjukkan bahwa biaya perawatan dan pemeliharaan mobil listrik lebih rendah dalam jangka menengah hingga jangka panjang secara signifikan, sehingga tidak memerlukan biaya perbaikan yang lebih besar seperti mesin pembakaran internal," kata CEO We Predict, James Davies.

Penelitian dari We Predict juga menunjukan bahwa biaya perawatan kendaraan terus mengalami kenaikan. Sejumlah produsen otomotif rata-rata mengenakan biaya sebesar US$ 731 (Rp 10,4 juta) dalam pemeliharaan selama tiga tahun untuk mobil produksi tahun 2018, sementara untuk mobil produksi tahun 2016 mengalami lonjakan biaya sebesar 11 persen.



Simak Video "Segini Biaya dan Cara Ngecas Mobil Listrik di SPBU Pertamina"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT