Truk di Kanada Canggih, Bisa Tahu Jam Kerja Sopir Agar Tak Lebihi Batas Waktu

Luthfi Anshori - detikOto
Senin, 25 Okt 2021 14:57 WIB
Kisah orang Indonesia jadi sopir truk di Kanada
Foto: Dok. Bagus Ananda Putra. Kisah orang Indonesia jadi sopir truk di Kanada.
Jakarta -

Sopir truk di Kanada didukung dengan manajemen dan sistem operasional yang canggih. Misalnya untuk jam kerja sopir truk setiap harinya dibatasi hanya 14 jam. Jika sopir truk bekerja lebih dari batas waktu yang ditentukan, maka bisa diancam sanksi bahkan hingga masuk jeruji besi.

Seperti dijelaskan Bagus Ananda Putra, warga negara Indonesia yang bekerja sebagai sopir truk di Kanada, setiap truk trailer di Kanada sudah dilengkapi sistem canggih, yang secara otomatis mencatat jam kerja, jam inspeksi kendaraan, jam makan, dan jam istirahat para sopir truk.

"Jadi kita punya logbook yang sudah terkoneksi dengan truk kita. Kalau truk kita bergerak kita tercatat lagi mengemudi, kalau truk kita diam otomatis dia akan (berstatus) on duty (biasanya waktu ini digunakan untuk inspeksi kendaraan), dan jika kita mau makan, kita tekan tombol off duty agar waktu tak terhitung, jadi kita masih punya jam kerja," kata Bagus kepada detikOto melalui sambungan telepon (22/10).

Kisah orang Indonesia jadi sopir truk di KanadaKisah orang Indonesia jadi sopir truk di Kanada Foto: Dok. Bagus Ananda Putra

"Misal kita bekerja 14 jam hari ini. Saya mulai dari jam 7 pagi ya. 14 jamnya aku kan jam 9 (malam) baru 14 jam kan, kalau di tengah-tengah aku punya off duty 1 jam, jadi aku masih bisa drive atau bekerja sampai jam 10 malam," sambung Bagus.

Ditambahkan Bagus, truk trailer di Kanada, terutama yang dia kendarai sudah terkomputerisasi. Jadi ia tinggal menginput data di sistem komputer truk tersebut, dengan mengisi nama, nomor kepegawaian, dan nomor truk.

"Kita bisa langsung register di truk itu. Tidur, diam, driving, semua tercatat di sana (logbook). Kalau waktu jam kerja mau habis, itu komputer kita bunyi, dikasih pesan atau peringatan agar cari tempat istirahat (penginapan)," kata pria yang bekerja di perusahaan logistik, Martin Brower.

Kisah orang Indonesia jadi sopir truk di KanadaKisah orang Indonesia jadi sopir truk di Kanada Foto: Dok. Bagus Ananda Putra

"Karena itu kan berhubungan dengan safety juga. Sistem sudah mengukur kemampuan manusia, bagaimana mereka bisa stay-up. Kalau di Indonesia kan belum ada (sistem) yang kayak gitu. Jadi mengapa banyak truk menabrak, truk terguling, itu karena mereka (sopirnya) ngantuk kan," sambung Bagus.

Ditambahkan Bagus, jika driver truk bekerja melebihi batas waktu, maka bisa ditangkap bahkan dipenjara oleh petugas berwenang dari DOT (Department of Transportation).

"Kalau kita ditangkap, komputer kita akan diperiksa karena berkas itu masih nempel selama dua minggu. Kalau itu lebih (jam kerjanya) maka akan diusut, apa penyebabnya, misalnya karena sengaja atau karena nggak dapat tempat istirahat, atau karena dia driver baru. Tapi kalau itu diulang sekali, dua kali, hingga tiga kali, maka itu bisa ditangkap atau bahkan diseret ke pengadilan," jelas bapak dua anak itu.

"Pernah ada kejadian sopir truk India di sini nabrak bus para pemain hockey. Setelah diperiksa logbook-nya ternyata dia melanggar jam kerja. Akhirnya dia dipenjara lima tahun dan setelah keluar langsung dideportasi ke negara asalnya," tukas Bagus.

(lua/rgr)