Terpopuler Kemarin

Susahnya Bikin SIM di Indonesia, Valentino Rossi Saja Tak Mungkin Dapat!

Tim Detikcom - detikOto
Jumat, 17 Sep 2021 10:26 WIB
Seorang petugas tengah melayani warga yang ingin mengurus Surat Ijin Mengemudi (SIM) di Satpas Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (10/6/2020). Saat pandemi Corona ini, pelayanan pembuatan SIM di Satpas menerapkan protokol kesehatan.
Ilustrasi tes praktik SIM C (Rifkianto Nugroho/detikoto)
Jakarta -

Proses pembuatan SIM baru di Indonesia dikritik keras oleh pegiat antikorupsi Emerson Yuntho. Katanya, bahkan Valentino Rossi bakal sulit bikin SIM di Indonesia. Nah lho!

Hal tersebut diungkapkan Emerson melalui surat terbuka yang dia kirim ke Presiden Joko Widodo. Disebutnya ada praktik pungli dan percaloan di lingkungan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) dan Satuan Administrasi SIM (Satpas).

Celakanya, praktik seperti ini diklaim Emerson berlaku merata hampir di Samsat dan Satpas seluruh Indonesia. Emerson memyebut dirinya telah mendapat keluhan serupa dari masyarakat.

"Bapak Presiden, saya adalah warga yang lebih 20 tahun merasa resah dan prihatin dengan pelayanan publik khususnya di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) dan Satuan Administrasi SIM (Satpas) yang hingga saat ini belum bebas dari praktik pungutan liar dan percaloan," kata Emerson dalam surat terbuka yang diterima wartawan, Rabu (15/9/2021).

Beberapa praktik pelanggaran yang dilakukan adalah penyuapan atau memberikan uang (gratifikasi) kepada oknum petugas. Termasuk membayar sesuatu tidak semestinya dan tanpa bukti penerimaan yang sah.

Hal lain yang disoroti Emerson adalah ujian teori dan ujian praktik dalam proses pembuatan SIM kerap tidak masuk akal dan tak transparan.

HUT ke-74 Bhayangkara, Ditlantas Polda Metro Jaya memberikan pelayanan penerbitan SIM gratis bagi penggali makam yang menangani korban COVID-19.Ilustrasi test praktik pembuatan SIM C Foto: Grandyoz Zafna

"Dengan model ujian praktik seperti ini, publik percaya Lewis Hamilton akan gagal mendapatkan SIM A dan Valentino Rossi juga tidak mungkin memperoleh SIM C di Indonesia," kata Emerson,

"Akibat sulitnya prosedur mendapatkan SIM, survei sederhana menunjukkan bahwa 3 dari 4 warga Indonesia (75 persen)--baik sengaja atau terpaksa--memperoleh SIM dengan cara yang tidak wajar (membayar lebih dari seharusnya, menyiapkan petugas, tidak mengikuti prosedur secara benar," terang Emerson.

Kritik keras Emerson terhadap sistem pembuatan SIM dan ujian yang dianggap tak masuk akal menjadi berita terpopuler detikOto pada Kamis (16/9) kemarin.

[Halaman Selanjutnya: Jawaban Polisi Dituding Banyak Praktik Suap dan Pungli saat Bikin SIM]



Simak Video "Bawa Yamaha XMAX dan Honda Forza, Apa Perlu SIM Moge?"
[Gambas:Video 20detik]