Mau Jajal Bus Listrik Transjakarta? Yuk, Mumpung Gratis

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Sabtu, 11 Sep 2021 17:51 WIB
Bus listrik Transjakarta mulai melakukan uji coba di Jakarta, Jumat (10/9). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pada tahun 2025 penggunaan 5.000 bus listrik Transjakarta untuk mengurangi polusi udara.
Bus listrikl Transjakarta yang tengah diujicoba (Agung Pambudhy/detikOto)
Jakarta -

Transjakarta kembali menguji coba bus listrik. Kali ini, bus listrik yang diuji coba adalah bus listrik merek Higer. Ini merupakan kali kedua Transjakarta menguji coba bus listrik.

Sebelumnya pada tahun lalu Transjakarta juga telah menguji coba bus listrik merek BYD. Direktur Utama PT Transjakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengatakan, pihaknya akan selalu menguji coba setiap bus listrik sebelum digunakan secara masif.

Uji coba bus listrik ini akan mengangkut penumpang dengan rute Blok M - Balaikota (EV1). Berapa tarifnya? Sardjono menyebut, selama uji coba bus listrik ini penumpang tak perlu bayar tiket.

"Uji coba akan dilakukan selama 3 (tiga) bulan ke depan tanpa dikenakan biaya atau gratis. Untuk saat ini kami tetap melakukan pembatasan pelanggan yakni maksimal diisi oleh 25 orang pelanggan termasuk yang berdiri," ujar Jhony.

Jhony menambahkan, proses uji coba ini dilakukan sebagai salah satu tahapan dalam upaya merealisasikan rencana penggunaan kendaraan bus listrik berbasis baterai yang ramah lingkungan. Dalam hal ini, semua armada konvensional Transjakarta secara bertahap akan beralih menggunakan armada listrik.

Bus listrik Transjakarta mulai melakukan uji coba di Jakarta, Jumat (10/9). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pada tahun 2025 penggunaan 5.000 bus listrik Transjakarta untuk mengurangi polusi udara.Bus listrik Transjakarta mulai melakukan uji coba di Jakarta, Jumat (10/9). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pada tahun 2025 penggunaan 5.000 bus listrik Transjakarta untuk mengurangi polusi udara. Foto: Agung Pambudhy

"Keseriusan Transjakarta ini dibuktikan dengan berbagai layanan uji coba kendaraan listrik yang dimulai sejak tahun lalu. Dan hari ini kita menggandeng teman-teman dari PT Higer Maju Indonesia untuk ikut serta menjadi mitra strategis dalam penyediaan, pengadaan dan operasional bus listrik berbasis baterai tersebut," katanya.

Bus listrik Higer ini memiliki baterai yang bisa diisi ulang maksimum tiga jam. Bus listrik Higer mampu melaju hingga sejauh 250 kilometer.

Selain itu, bus ini juga memiliki pintu akses naik turun pelanggan yang luas, pengguna kursi roda pun bisa dengan bebas memasuki bus dari pintu depan maupun pintu belakang. Pengguna kursi roda juga mendapat area yang lebih luas di dalam bus dibandingkan area kursi roda di bus pendahulunya.

Sardjono mengatakan, pihaknya telah menetapkan target penggunaan bus listrik untuk armada Transjakarta. Pada 2025 Transjakarta akan mengoperasikan 5.000-an bus listrik. Dan pada 2030, Transjakarta akan mengoperasikan 10.000 bus listrrik. Pemprov DKI Jakarta juga akan beralih dari penggunaan bus berbahan bakar solar ke bus listrik.

"Bersamaan dengan itu, di tahun 2025, Pemprov DKI mencanangkan kebijakan untuk tidak lagi membeli bus yang berbahan bakar solar atau fosil. Jadi semuanya akan beralih ke electric bus," ucap Sardjono

"Ini adalah bagian dari proses yang terencana. Bagian dari tindak lanjut Transjakarta sebagai korporasi untuk kemudian nanti menyambut dan menyelaraskan diri dengan visi dan misi Pemprov DKI," sebutnya.



Simak Video "Begini Wajah Bus Listrik TransJakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)