Tahun 2025, Pemprov DKI Setop Beli Bus Berbahan Bakar Solar

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 10 Sep 2021 17:51 WIB
Bus listrik Transjakarta mulai melakukan uji coba di Jakarta, Jumat (10/9). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pada tahun 2025 penggunaan 5.000 bus listrik Transjakarta untuk mengurangi polusi udara.
Transjakarta uji coba bus listrik. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

DKI Jakarta menggenjot penggunaan kendaraan listrik. Tak cuma mendukung mobil dan motor listrik, Pemprov DKI Jakarta juga menerapkan transportasi publik yang ramah lingkungan. Salah satunya dengan menggunakan bus listrik untuk armada Transjakarta.

Direktur Utama PT Transjakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengatakan, pihaknya sudah merancang perencanaan untuk penggunaan bus listrik Transjakarta. Penggunaan bus listrik Transjakarta masuk dalam rencana jangka panjang PT Transjakarta.

"Di dalam rencana jangka panjang perusahaan ini tertulis bahwa kita akan mengoperasikan lebih sampai 10.000 bus listrik pada akhir tahun 2030," kata Sardjono dalam acara Peremian Pelepasan Uji Coba Bus Listrik Berpelanggan Rute Blok M-Balaikota, Jumat (10/9/2021).

Menurutnya, pada 2025 Transjakarta akan mengoperasikan 5.000-an bus listrik. Pemprov DKI Jakarta juga akan beralih dari penggunaan bus berbahan bakar solar ke bus listrik.

"Bersamaan dengan itu, di tahun 2025, Pemprov DKI mencanangkan kebijakan untuk tidak lagi membeli bus yang berbahan bakar solar atau fosil. Jadi semuanya akan beralih ke electric bus," ucap Sardjono

"Ini adalah bagian dari proses yang terencana. Bagian dari tindak lanjut Transjakarta sebagai korporasi untuk kemudian nanti menyambut dan menyeleraskan diri dengan visi dan misi Pemprov DKI," sebutnya.

Hari ini, PT Transjakarta mulai menguji coba bus listrik Higer untuk melayani rute Blok M-Balai Kota. Ini merupakan kali kedua Transjakarta menguji coba bus listrik. Sekitar akhir tahun 2020 lalu, Transjakarta juga menguji coba bus listrik di rute yang sama dengan bus yang berbeda. Saat itu, Transjakarta menguji bus listrik BYD.

"Sekarang isinya dua, ada BYD ada Higer. Nanti ke depannya pasti akan menyusul, ada Mobil Anak Bangsa (MAB), ada Skywell, ada macam-macam merek. Karena kita betul-betul terbuka kepada merek apa pun untuk datang dan masuk serta bersaing untuk mendapatkan yang terbaik," kata Sardjono.

Uji coba bus listrik ini merupakan bagian strategis untuk membuat udara kota Jakarta lebih bersih. Dia mengatakan, uji coba bus listrik ini dianggap penting.

"Tidak hanya sebagai peluang untuk memajukan usaha, tapi ini sebagai peluang untuk mendukung visi dan misi gubernur dalam memanusiakan manusia," ujarnya.

Sebelum digunakan secara masif, Sardjono menyebut proses uji coba bus listrik sangat diperlukan. Dengan uji coba ini, diharapkan saat digunakan nantinya bus listrik tidak memiliki kendala.

"Kita sebagai manajemen Transjakarta nggak mau langsung terima bus dari APM, langsung jalan angkut penumpang, (lalu terjadi) kebakaran di Sudirman-Thamrin tanpa ada review dari Transjakarta," ucap Sardjono.



Simak Video "Begini Wajah Bus Listrik TransJakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)