Panser Anoa Ikut Tender di Malaysia, Saingannya Turki dan Korea

Tim detikcom - detikOto
Rabu, 08 Sep 2021 06:03 WIB
Peringatan HUT TNI kali ini terasa spesial dikarenakan hadirnya beberapa alutsista baru yang kini telah dimiliki oleh TNI. Parade persenjataan berat digelar di Dermaga Ujung, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (07/10/2014). Tak ketinggalan Panser Anoa buatan Pindad turut dipamerkan.
Panser Anoa mengikuti tender di Malaysia. Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Panser Anoa buatan PT Pindad bakal mengikuti tender pengadaan 400 kendaraan lapis baja 6x6 untuk Angkatan Darat Malaysia. Panser produksi Bandung itu bakal bersaing dengan negara-negara besar seperti Turki, Korea Selatan, dan Kanada.

Dikutip dari Asia Business Daily via Utusan, Angkatan Darat Malaysia berencana menggantikan kendaraan lapis baja yang digunakan sejak 1981. Saat ini tentara Malaysia mengoperasikan Sibmas 6×6 buatan Belgia dan Condor 4×4 buatan Jerman.

Kedua model kendaraan bersenjata tersebut diproduksi oleh produsen mesin terkenal di Eropa, Constructions Ferroviaires et Metalliques BN dan Henschel Wehrtechnik GmbH.

Diketahui saat ini Angkatan Bersenjata Malaysia (ATM) mengoperasikan 186 Sibmas dan 460 Condor dengan pengiriman terakhir pada tahun 1984 yang sekarang dianggap model usang. Maka itu, Kementerian Pertahanan Malaysia akan menggantinya dengan yang baru.

Diberitakan bahwa empat produsen diperkirakan akan ikut dalam tender ini, antara lain FNSS dari Turki, PT Pindad (Indonesia), General Dynamic Land System (Kanada), dan Hyundai Rotem (Korea Selatan).

Kementerian Pertahanan juga menetapkan syarat utama bahwa produk harus diproduksi di dalam negeri Malaysia untuk upaya transfer teknologi tinggi (ToT) dan pasokan suku cadang.

Berdasarkan penawaran saat ini, perusahaan Turki saat ini menjadi kandidat yang paling kuat untuk memenangi tender tersebut. Pasalnya sebelumnya mereka telah menjalin kerja sama dengan mitra lokalnya, DRB-Hicom Defense Technologies Sdn. Bhd.

Usaha patungan tersebut memungkinkan anak perusahaan raksasa otomotif tersebut untuk memproduksi 257 kendaraan lapis baja amfibi multi-fungsi, PARS 8x8 yang diberi merek AV8 Gempita.

Dikatakan juga bahwa pesaing terdekat Turki dalam proyek ini adalah PT Pindad yang bakal menawarkan Anoa 6×6 model TNI Angkatan Darat, dengan versi Malaysia yang dikenal dengan nama Rimau.

Sementara Kanada diharapkan menawarkan model baru LAV 6x6 dan Korea Selatan dengan mobil lapis baja K806 6x6 yang juga digunakan oleh militer negara itu.

(lua/din)