Mau Masuk Indonesia, Taksi Terbang EHang Sudah Diuji Negara Mana Saja?

Luthfi Anshori - detikOto
Kamis, 02 Sep 2021 14:15 WIB
Taksi terbang EHang
Taksi terbang EHang sudah diuji di mana saja? Foto: Dok. EHang
Jakarta -

Taksi terbang EHang akan diuji coba di Indonesia. Dibawa oleh Prestige Image Motorcars, EHang 216 akan melakukan uji coba terbang di Bali pada Oktober 2021 mendatang. Mengingat EHang merupakan transportasi baru dengan konsep pesawat drone otonom yang dikendalikan secara jarak jauh, banyak orang yang masih meragukan keamanan EHang. Pertanyaannya, sudah diuji coba di negara mana sajakah taksi terbang asal Tiongkok itu?

Mengutip pernyataan pendiri EHang Holdings Limited, Huazhi Hu, di situs resmi EHang, ia mengklaim taksi terbang EHang sudah diuji di puluhan kota di 8 negara. Beberapa negara yang sudah menguji coba taksi terbang ini antara lain China, AS, Korea Selatan, Austria, Belanda, Qatar dan UEA (Uni Emirat Arab). Di negara asalnya, China, taksi terbang EHang sudah resmi digunakan untuk transportasi wisata.

"Sejak 2017, kami telah melakukan lebih dari 10.000 penerbangan percobaan dengan AAV kami di 41 kota dan 8 negara. AAV kami telah lulus pengujian ketat dengan muatan kosong, muatan kargo, dan muatan penumpang. Banyak orang telah mengalami penerbangan di AAV kami," kata Hu.

Bagi yang belum tahu, taksi terbang EHang adalah kendaraan udara otonom (autonomous aerial vehicle) kelas penumpang berbasis listrik. Kendaraan ini diproduksi oleh Guangzhou EHang Intelligent Technology Co. Ltd, yang berbasis di China.

Sebagai kendaraan tanpa awak pengemudi, EHang akan dioperasikan melalui pusat komando dan kendali AAV (Autonomous Aerial Vehicle) yang berada di darat. Taksi terbang ini menggunakan jaringan 4G/5G sebagai saluran transmisi nirkabel berkecepatan tinggi untuk berkomunikasi dengan lancar dengan pusat komando dan kendali, sehingga memungkinkan kendali jarak jauh pesawat dan transmisi data penerbangan secara real-time.

Menyoal pusat komando dan kendali, klaimnya dilengkapi dengan seperangkat sistem perintah dan kontrol AAV intuitif yang menyediakan lima fungsi inti, yakni pemantauan, pengiriman, pengendalian, peringatan dini, dan manajemen klaster.

Sementara jika bicara soal fitur keselamatannya, EHang menawarkan lima fitur keselamatan, meliputi keamanan perangkat keras, keamanan sistem, lalu keselamatan penerbangan, keamanan komunikasi, dan reaksi kontingensi.

Huazhi Hu pun menjelaskan alasan mengapa EHang tidak dibuat dengan konsep seperti helikopter yang memiliki pilot. Menurut Hu, taksi terbang dengan tanpa pilot di dalamnya akan lebih aman dan efisien.

"Kami percaya bahwa transportasi udara perkotaan yang efisien seharusnya tidak mengharuskan setiap pelanggan untuk memperoleh lisensi pilot. Ini tidak praktis dan juga tidak aman," terang Hu.

"Kendaraan otonom lebih aman dan efisien untuk transportasi perkotaan jika kita memiliki pusat komando dan kendali yang cerdas untuk mengelola semua kendaraan. Oleh karena itu, EHang tidak berniat membuat versi helikopter yang lebih ringan. Faktanya, model kelas penumpang pertama kami diluncurkan pada Januari 2016, EHang 184, sepenuhnya otonom. Kami sangat percaya bahwa kendaraan otonom adalah kunci untuk membawa mobilitas udara ke populasi massal," ujar Hu.

(lua/lth)