Taksi Terbang di Indonesia Dioperasikan Pakai Jaringan Internet, Aman Tuh?

Luthfi Anshori - detikOto
Rabu, 01 Sep 2021 21:32 WIB
Taksi terbang EHang
Ini fitur safety di taksi terbang EHang. Foto: Dok. EHang
Jakarta -

Layanan taksi terbang EHang akan dihadirkan di Indonesia oleh Prestige Image Motorcars. Taksi terbang EHang sendiri merupakan transportasi tanpa awak pengemudi yang dioperasikan secara jarak jauh melalui jaringan internet. Lalu apa saja fitur safety yang ditawarkan?

Bagi yang belum tahu, taksi terbang EHang adalah kendaraan udara otonom (autonomous aerial vehicle) kelas penumpang berbasis listrik. Kendaraan yang ramah lingkungan ini diproduksi oleh Guangzhou EHang Intelligent Technology Co. Ltd, di China.

Khusus untuk pasar Indonesia, taksi terbang yang dibawa adalah model EHang 216, yang bisa menampung kapasitas dua penumpang, dengan jangkauan jarak tempuh hingga 60 kilometer ketika baterai terisi penuh.

Taksi terbang EHang 216Taksi terbang EHang 216 Foto: Dok. Prestige Image Motorcars

Sebagai kendaraan tanpa awak pengemudi, EHang akan dioperasikan melalui pusat komando dan kendali AAV (Autonomous Aerial Vehicle) yang berada di darat. Taksi terbang ini menggunakan jaringan 4G/5G sebagai saluran transmisi nirkabel berkecepatan tinggi untuk berkomunikasi dengan lancar dengan pusat komando dan kendali, sehingga memungkinkan kendali jarak jauh pesawat dan transmisi data penerbangan secara real-time.

Menyoal pusat komando dan kendali, klaimnya dilengkapi dengan seperangkat sistem perintah dan kontrol AAV intuitif yang menyediakan lima fungsi inti, yakni pemantauan, pengiriman, pengendalian, peringatan dini, dan manajemen klaster.

Sementara jika bicara soal fitur keselamatannya, EHang menawarkan lima fitur keselamatan, meliputi keamanan perangkat keras, keamanan sistem, lalu keselamatan penerbangan, keamanan komunikasi, dan reaksi kontingensi.

Berikut penjelasan singkat lima fitur safety tersebut, seperti dikutip dari laman resmi EHang:

1. Keamanan Perangkat Keras

Desain redundansi (duplikasi) untuk mencadangkan semua komponen utama penerbangan.

2. Keamanan Sistem

Sistem kontrol penerbangan multi untuk memungkinkan transmisi data dan operasi yang aman, bahkan dalam situasi yang rumit.

3. Keselamatan Penerbangan

Sistem Fail-Safe bawaan dalam sistem kontrol penerbangan untuk mengevaluasi kondisi kesehatan pesawat secara real-time.

4. Keamanan Komunikasi

Jaminan ganda dari sistem komunikasi untuk menghindari gangguan berbahaya.

5. Reaksi Kontingensi (Keadaan di Luar Jangkauan)

Dalam keadaan darurat, pusat komando dan kendali akan turun tangan untuk memastikan keselamatan penumpang dan pesawat semaksimal mungkin.

(lua/din)