Kisah Sopir Bus Sekolah di Tengah Pandemi: Dulu Angkut Anak-anak, Kini Bawa Pasien COVID

Luthfi Anshori - detikOto
Senin, 09 Agu 2021 08:54 WIB
Kisah Bus Sekolah yang jadi kendaraan pengantar pasien COVID-19
Foto: Dok. Bus Sekolah. Kisah Bus Sekolah yang jadi kendaraan pengantar pasien COVID-19.
Jakarta -

Sejak April 2020 lalu hingga kini, sebagian armada Bus Sekolah milik Unit Pengelola (UP) Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dikaryakan untuk membantu mengangkut pasien COVID-19. Suka duka pun dialami oleh para pengemudi Bus Sekolah yang melakukan tugas mulia itu.

Seperti dijelaskan oleh pengemudi bernama Luswanto, ia dan kawan-kawannya merasa senang menjalani pekerjaan tersebut, lantaran bisa menjadi saksi sekaligus pelaku sejarah yang berpartisipasi dalam penanganan wabah virus Corona.

"Sukanya balik lagi, saya bangga sama diri saya. Saya bisa ngebantu orang yang sedang sakit, orang yang sedang terpapar (virus). Kenapa? Karena orang lain belum tentu berani dan bisa melakukan," kata pria yang akrab disapa Anto, dihubungi detikOto, Kamis (5/8/2021).

"Dan karena kan pandemi ini bukan terjadi di Indonesia doang, tapi mendunia. Jadi saya punya cerita umtuk anak-anak di hari tua nanti, 'Ini lho Ayah kamu ikut dalam penanganan pandemi ini', itu bangganya saya," sambung Anto.

Bagaimana dengan dukanya? Tentunya banyak. Selain harus mengenakan pakaian hazmat yang tertutup rapat, Anto dan kawan-kawannya juga harus rela jarang bertemu keluarganya.

"Kalau dukanya, kita harus pakai baju hazmat (pakaian APD), di mana kita mengalami dehidrasi, gerah. Selain itu, kita juga susah ketemu sama keluarga. Harusnya kita bisa langsung pulang sehabis kerja, ini nggak bisa, harus inkubasi dulu. Terus dukanya lagi, kita mesti lihat pasien-pasien komorbid yang mengalami sesak nafas, dan lain sebagainya," lanjut pria yang berdomisili di Cililitan ini.

Anto juga membagikan pengalamannya yang paling berkesan, saat dia bersama rekan-rekannya harus menjemput pasien positif sebanyak 60 orang di sebuah panti sosial. Pasien-pasien dari panti sosial tersebut ternyata merupakan orang lansia (lanjut usia) dan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).

"Itu pengalaman paling berkesan, di mana waktu itu jam 10 malam, saya jemput pasien di sebuah panti sosial di Cengkareng yang ada lansia dan ODGJ," cerita Anto.

"Itu saya kira kan (orang normal) masih bisa jalan, masih bisa masuk bis, ternyata nggak bisa. Dan dari pantinya pun kan orangnya terbatas, mau nggak mau saya bantu, saya gendong orang tua. Ada juga orang gila yang lari-lari, kita kejar. Nah itu kita antar ke rumah sakit Duren Sawit, pas nyampe sana, pintu saya buka, ada yang pipis di mobil, ada yang bilang kena prostat, minta gantiin pampers, saya gantiin," ungkap Anto.

Sebagai informasi, dari awal bertugas pada April 2020 hingga kini (5/8/2021), Bus Sekolah dari Unit Pengelola (UP) Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta tercatat sudah mengangkut pasien COVID-19 sebanyak 36.775 orang.

(lua/din)