Tiga Langkah Bayar Tol Tanpa Berhenti

Tim detikOto - detikOto
Kamis, 29 Jul 2021 12:51 WIB
Bayar Tol Tanpa Setop
Foto: Bayar Tol Tanpa Setop (M Fakhri Aprizal/Tim Infografis)
Jakarta -

Indonesia bersiap menuju penerapan bayar tol tanpa berhenti. Hal ini akan membuat lalu lintas lebih lancar karena transaksi tol dilakukan secara otomatis.

Perusahaan asal Hungaria, Roatex Ltd ditetapkan sebagai pemenang tender sistem transaksi tol tanpa setop. Perusahaan tersebut akan memakai sistem GNSS.

Dalam video yang dipaparkan oleh Emil Iskandar, Chief of Business Development PT Roatex Indonesia Toll System, di acara Promoting Intelligent Toll Road System in Indonesia, Kamis (29/7/2021), ada tiga cara transaksi pada sistem multi lane free flow (MLFF) atau sistem bayar tol tanpa berhenti. Sistem MLFF ini memungkinkan transaksi pembayaran tol dilakukan saat kendaraan sedang melaju. Artinya, tidak ada lagi transaksi di pintu tol.

Dijelaskan di video tersebut, dalam sistem operasi MLFF terdapat 3 cara agar kendaraan dapat mengakses jalan tol. Tiga cara tersebut antara lain Electronic on board unit (E-OBU), On board unit (OBU) dan electronic route ticket.

E-OBU direkomendasikan bagi yang memiliki smartphone dan jarang bertukar kendaraan dengan orang lain. Setiap kendaraan yang hendak memasuki jalan tol harus sudah terdaftar dalam sistem, baik data kendaraan maupun pengguna. Pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi MLFF yang bisa diunduh dari ponsel.

Setelah melakukan registrasi, pengguna dapat memilih metode pembayaran. Untuk memudahkan pengguna jalan, sistem MLFF juga sudah terintegrasi dengan berbagai pembayaran. Setelah melakukan registrasi pengguna dapat langsung menggunakan aplikasi E-OBU hanya dengan menekan tombol mulai. E-OBU akan mengirim sinyal GPS ke MLFF pusat. GPS akan mendeteksi lokasi kendaraan, serta memotong saldo secara otomatis.

Cara kedua adalah menggunakan OBU. Metode OBU direkomendasikan untuk kendaraan yang sering digunakan dengan pengemudi yang berbeda. Jika ingin menggunakan perangkat OBU, maka Anda dapat membeli OBU dan mendaftarkan kendaraan. OBU berfungsi dengan cara yang sama seperti E-OBU, yakni dengan mencatat penggunaan jalan tol berdasarkan GPS dan Anda akan membayar sesuai dengan tarifnya.

Ketiga adalah electronic route ticket. Cara ini direkomendasikan bagi mereka yang jarang bepergian menggunakan tol. Setelah memilih titik masuk dan keluar, pengguna dapat membeli electronic route ticket sekali pakai di situs resmi atau aplikasi MLFF.

Untuk memastikan semua orang membayar di jalan tol, maka akan ada pengendalian khusus di seluruh jalan tol. Yang pertama ada gantry, portal tinggi berkaki tegak. Alat ini dilengkapi dengan kamera, dan perangkat lunak sehingga bisa mengidentifikasi data kendaraan yang lewat. Gantry segera mengirim data ke sistem pusat MLFF, sistem akan secara otomatis memeriksa apakah mobil sudah terdaftar, apakah pengguna sudah membayar, serta memverifikasi apakah pengguna tersebut melanggar aturan jalan tol atau tidak.

Selain gantry, sistem MLFF akan terintegrasi dengan kendaraan-kendaraan pemantau. Kendaraan-kendaraan pemantau ini akan ditempatkan secara acak di jalan tol. Kendaraan pemantau akan memonitor kendaraan yang lewat. Jika terdapat pelanggaran, sistem pusat MLFF akan mengirimkan informasi kepada pelanggaran untuk membayar biaya tambahan. Jika hal tersebut tidak dipenuhi, maka sistem pusat MLFF akan menginformasikan data pelanggaran kepada pihak yang berwenang untuk dapat melakukan penindakan sesuai hukum yang berlaku.



Simak Video "Pengguna Jalan Tol Bisa Kena Denda, Bisa Juga Tuntut Balik Pengelola"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)