Ini Keunggulan Sleeper Bus Dibandingkan Bus High Deck dan Bus Tingkat

Luthfi Anshori - detikOto
Kamis, 15 Jul 2021 13:59 WIB
Sleeper bus PO Tami Jaya
Keunggulan sleeper bus dibanding bus high deck atau bus tingkat. Foto: Instagram @tamijaya_transport
Jakarta -

Sleeper bus saat ini sedang menjadi tren di dunia transportasi bus Indonesia. Mengusung konsep kursi yang bisa direbahkan layaknya kasur, sleeper bus menawarkan pengalaman berkendara yang unik dan baru bagi penumpang bus. Lalu apa saja keunggulan yang ditawarkan sleeper bus yang membuatnya lebih istimewa dibanding bus high decker dan bus tingkat?

Dikatakan oleh Brand & Marketing Communication Manager Laksana, Candra Dewi, sleeper bus menawarkan keunggulan dari sisi kenyamanan dan juga privasi. Dua hal itu yang tidak ditawarkan bus-bus premium lainnya seperti XHD (Xtra High Decker) dan DD (Double Decker).

"Yang membedakan adalah tingkat privasi dan tingkat kenyamanan dari para penumpangnya. Bus DD maupun bus XHD sebetulnya dari sisi penumpang, terutama dari jenis kursi yang ditawarkan masih tetap sama. Tetapi di bus Suites Class ini kabin penumpang memang benar-benar berbeda dan setara dengan business class di pesawat. Setiap penumpang benar-benar memiliki privasinya sendiri sehingga bisa benar-benar nyaman di perjalanan jauh," ungkap Dewi, kepada detikOto, Rabu (14/7/2021).

Tak hanya memiliki tempat duduk yang lebih personal, penumpang sleeper bus biasanya juga mendaptkan fitur-fitur eksklusif lainnya, seperti Audio/Video, Audio Video On Demand (AVOD) tiap seat, dan port USB.

Kemudian juga ada TV LED dan meja lipat, USB charger tiap seat, lampu baca dan lampu tidur tiap seat, korden penutup seat, tempat botol, safety belt, kamera CCTV, hingga tempat sandal dan sepatu.

Sementara bagi para operator, mengoperasikan sleeper bus di masa pandemi virus Corona (COVID-19) seperti sekarang ini menawarkan keunggulan tersendiri. Sebab, dengan tempat duduk yang lebih privasi, kapasitas penumpang tetap bisa diisi secara full (penuh). Beda dengan bus konvensional yang kapasitas penumpangnya dibatasi hanya sampai 70 persen.

Menurut Dewi, sleeper bus sangat cocok digunakan untuk bus AKAP maupun bus Pariwisata. "Di awalnya mungkin lebih ke bus AKAP, terutama yang untuk perjalanan jarak jauh. Namun beberapa bus pariwisata sebetulnya sudah mulai melirik juga untuk mencoba menawarkan pengalaman yang berbeda untuk para pelanggannya (dengan menghadirkan fasilitas sleeper bus)," tukasnya.

(lua/din)