5 Fakta Unik Bus di Indonesia, dari Tren Double Glass Hingga Stiker Besar di Bodi Bus

Luthfi Anshori - detikOto
Senin, 12 Jul 2021 07:09 WIB
Perusahaan Otobus (PO) Putera Mulya baru saja meluncurkan layanan Bus Trans Jawa, di Pulogebang Jakarta Timur, Kamis (14/2). Bus ini mampu melaju 120 km/jam di jalan Tol.
5 fakta unik bus di Indonesia. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Bus merupakan salah satu moda transportasi darat terpopuler di Indonesia. Dengan kondisi infrastruktur yang mulai memadai di Jawa dan Sumatra, bus kerap dipilih masyarakat untuk berpergian antar kota atau antar provinsi, bahkan hingga antar pulau.

Berikut detikOto sajikan 5 fakta unik bus di Indonesia. Mulai dari tren bus double glass alias kaca ganda, hingga tren penulisan merek sasis di bodi bus.

Bus double glass Tentrem Avante H9Bus double glass Tentrem Avante H9 Foto: Tentrem

1. Tren Bus Double Glass (Kaca Depan Ganda)

Bus double glass alias kaca ganda saat ini cukup populer di Indonesia. Hampir sebagian besar industri pembuat bodi bus alias karoseri, memiliki seri bodi yang mengadopsi kaca ganda ini.

Menurut Ketua Umum BisMania Community, Zaenal Arifin, tren bus double glass di Indonesia kali pertama dipopulerkan oleh karoseri Adiputro asal Malang, Jawa Timur. Pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015, Adiputro memperkenalkan bus dengan konsep kaca ganda.

"Bus double glass atau kaca tumpuk itu mulai ada sejak 2015. Pelopornya Adiputro. Pertama kali dia bikin (seri bodi) Jetbus 2 dengan bodi SHD (Super High Deck) pakai double glass. Yang dipajang di pameran (GIIAS) dulu punyanya PO Pandawa," kata Zaenal, kepada detikOto, belum lama ini.

Sebagai informasi, bus double glass memiliki ciri khas berupa penyekat di kaca depan. Ada yang menyebut penyekat kaca ini sebagai topi, ada pula yang menyebutnya sebagai bando. Dengan adanya penyekat ini, tampilan bus memang jadi terlihat lebih keren, karena jadi mirip dengan bus-bus double decker (bus tingkat).

Bus bertingkat (double decker) jurusan Banda Aceh-Medan menjadi idola bagi para pemudik. Meski harus merogoh kocek lebih dalam, kursi mewah di lantai satu tetap saja selalu terisi. Para penumpang dapat memilih duduk di kursi atau pun tidur di ranjang.Bus tingkat PO Sempati Star menggunakan terali besi di kaca depan Foto: Agus Setyadi

2. Bus dengan Pelindung Kaca Depan

Bagi Anda yang mengikuti perkembangan dunia transportasi bus, tentunya sudah tahu jika bus-bus Sumatra banyak yang menggunakan terali atau tameng besi di kaca depan. Bus-bus Sumatra yang menggunakan tameng besi tujuannya adalah untuk keselamatan saat beroperasional.

Menurut Zaenal, kebiasaan perusahaan otobus menggunakan terali besi di kaca depan sudah dilakukan sejak lama, tepatnya ketika jaringan jalan tol Trans Sumatera belum dibangun sama sekali, sehingga bus-bus harus melewati jalan raya provinsi yang masih sepi dan rawan tindakan kriminal. Jalan yang rawan ini biasanya di lintas timur Lampung dan jalur lintas tengah.

Namun seiring berjalan waktu, keberadaan terali tersebut tak hanya untuk melindungi kaca dari lemparan batu saja, tapi juga untuk melindungi kaca dari potensi tertimpa benda keras lainnya seperti ranting pohon.

Secara fungsi, tameng besi tersebut memang punya manfaat besar untuk meredam lemparan batu atau potensi kejatuhan benda lain seperti ranting pohon. Tapi secara estetika, tambahan terali di depan kaca tersebut mengurangi kadar kemewahan sebuah bus, apalagi jika bus tersebut menggunakan sasis premium dan bodi yang mewah.

Bus Tingkat Mercy LorenaBus tingkat milik PO Lorena Foto: Khairul Imam Ghozali

3. Tulisan Merek Sasis di Bodi Bus

Ada sisi menarik dari bus-bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) yang beroperasi di Indonesia, di mana banyak dari bus-bus itu menyematkan merek sasis bus dengan huruf dan angka berukuran besar, tercetak di bodi samping. Apa tujuannya ya?

Zaenal menjelaskan bahwa tujuan PO mencetak besar-besar nama dan tipe sasis di bodi samping bus adalah untuk tujuan edukasi. Di sisi lain, konsumen juga memiliki preferensi atau kecenderungan terhadap sasis bus dengan brand tertentu.

"Itu buat edukasi ke penumpang, bahwa bus ini pakai sasis mewah, sasis premium. Karena kan di Indonesia, sasis-sasis premium baru-baru ini booming. Di sisi lain, konsumen punya kebutuhan beragam. Ada yang mau naik bus tronton, terus ada juga yang penginnya (naik bus dengan) brand ini. Seperti itu," kata Zaenal.

Selain informasi soal merek dan tipe sasis bus, hal lain yang biasanya ditulis di bodi bus adalah soal jenis suspensi. Jika bus itu menggunakan suspensi balon atau suspensi udara, maka biasanya disematkan tulisan 'Air Suspension'. Suspensi udara menjadi jualan utama karena menawarkan kenyamanan lebih bagi penumpang bus.

PO ALSPO ALS Foto: Luthfi Anshori/detikOto

4. Bus dengan Rute Terjauh

Bus menjadi salah satu moda transportasi favorit masyarakat Indonesia. Tak hanya melayani rute Antar Kota Dalam Provinsi atau Antar Kota Antar Provinsi, perusahaan otobus (PO) yang beroperasi di Indonesia juga melayani rute antar pulau, dengan jarak hingga ribuan kilometer.

Seperti dijelaskan oleh Ketua Umum BusMania Community, Zaenal Arifin, saat ini PO Antar Lintas Sumatera alias PO ALS, masih menjadi PO dengan trayek terjauh. Bus-bus yang memiliki trayek terjauh, sebagian besar memang dipegang bus-bus asal Sumatera.

PO ALS (Antar Lintas Sumatera) berdiri sejak 1966 di Kotanopan, Mandailing Natal, Sumatera Utara. PO ALS ini melayani berbagai rute perjalanan pulang-pergi, seperti Medan-Jakarta, Medan-Bandung, Medan-Malang, dan yang terjauh adalah Medan-Jember yang berjarak sekitar 2.839 km.

PO ALS menawarkan 4 pilihan kelas, seperti kelas AC-Toilet, kelas Non-Toilet, kelas AC-Toilet 28 Seat, dan kelas Super Eksekutif. Sementara untuk harga tiketnya, antara Rp 415.000 hingga Rp 616.000.

Bus PO Bintang Utara Putra kelas Economy LuxuryBus PO Bintang Utara Putra kelas Economy Luxury Foto: Instagram @bintangutaraputra

5. Bus Mewah Tanpa AC

Biasanya bus triple axle atau bus tronton digunakan untuk bus-bus kelas premium maupun eksekutif. Namun sebuah Perusahaan Otobus (PO) asal pulau Sumatra ini justru menjadikan bus tiga gandar itu sebagai bus economy luxury, yakni bus mewah tanpa sistem pendingin AC (Air Conditioner). Apa alasannya ya?

Untuk diketahui bus berlabel economy luxury tersebut merupakan bus milik PO Bintang Utara Putra. PO asal Sumatra Utara itu bisa dikatakan sebagai satu-satunya PO di Indonesia yang mengoperasikan armada bus tronton kelas ekonomi non AC.

"Itu memang unik, sih. Mungkin (itu satu-satunya bus tronton non AC di Indonesia) ya, saya belum dapat info lagi (kalau ada bus lainnya yang seperti itu)," bilang Ketua Umum BisMania Community, Zaenal Arifin, kepada detikOto, belum lama ini.

Menurut Zaenal, bus tronton kelas ekonomi tersebut pertama kali diperkenalkan pada 2018 di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) dan langsung menjadi salah satu primadona di kalangan bus mania.

"(Jadi itu yang pakai) Bintang Utara Putra, dia pakai karoseri Tentrem, sasisnya tronton, tapi dibikin jadi bus non AC," sambung Zaenal. Adapun untuk bus yang digunakan ialah sasis Mercedes-Benz OC 500 RF 2542.

Sebagai informasi, di kelasnya, Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 bersaing dengan model sasis tronton premium lainnya seperti Scania K410iB, Volvo B11R, hingga MAN R37. Selain bisa digunakan untuk bus SHD (Super High Decker), sasis Mercy 2542 juga bisa mengadopsi bodi bus double decker (bus tingkat).

(lua/din)