Alasan White Horse Gunakan Sasis Mercedes-Benz

Muhammad Hafizh Gemilang - detikOto
Sabtu, 26 Jun 2021 17:35 WIB
Weha One Luxury Bus, bus mewah yang dimiliki oleh perusahaan bus pariwisata White Horse Group
Salah satu bus termewah yang dimiliki oleh White Horse saat ini, Weha One big bus Foto: Muhammad Hafizh Gemilang
Jakarta -

Pilihan untuk sasis bus di Indonesia terbilang beragam. Dari mulai Volvo, Scania, Hino hingga Mercedes-Benz. Perusahaan bus pariwisata yang berpusat di Jakarta, White Horse memilih untuk menggunakan Mercy sebagai sasis busnya.

Menurut Romy Firmangustri, Direktur Operasional dari perusahaan bus pariwisata White Horse Group, saat ini mereka memiliki 120 unit bus yang siap digunakan dan mayoritas dari pabrikan Mercedes-Benz.

"Mayoritas kita pakai Mercy untuk Big Bus. Sementara itu untuk Medium bus, kita sekarang udah pakai Mercy. Dulu kita sempat pakai Mitsubishi untuk medium bus, tapi sekarang rata-rata kita udah pakai Mercy," papar Romy kepada detikOto.

"Lebih comfort ya (alasan memilih Mercy). Terus juga, Mercy itu kan memang lebih terasa oke lah, udah terbukti juga di luar negeri sana. Selain itu, yaa lambang 'segitiga mercy' itu, punya kebanggaan tersendiri ya..," lanjut Romy.

Romy bahkan mengatakan kalau beberapa penumpangnya lebih senang dengan sasis dari pabrikan asal Jerman ini. "Banyak tamu asing juga yang lebih suka dengan bus Mercy," papar Romy.

Untuk urusan big bus, White Horse menggunakan sasis Mercy OH 1626 dan 1526. Sedangkan untuk kelas medium bus, Mercy yang digunakan adalah Mercy OF 917.

Romy mengaku sempat menggunakan sasis kepunyaan Mitsubishi untuk kelas medium bus-nya. Namun menurutnya sasis Mercy hadir lebih panjang, sehingga dapat menampung lebih banyak penumpang.

"Pada saat itu, Mitsubishi belum punya bus yang long sasis untuk Medium Bus. Makanya kami memilih Mercy. Mercy juga bisa dibuat jumlah seat jadi 35. Jadi kalau keluarga pakai bus medium kami yang dari Mercy,, terasa lebih lega," ujar Romy.

Lalu untuk urusan karoseri, White Horse Group mempercayakan sasisnya dibangun oleh duo Adiputro dan Laksana. Menurut mereka, tidak ada alasan khusus ketika memilih dua perusahaan karoseri tersebut.

"Sebenarnya engga ada alasan khusus, sama aja untuk karoseri Adi Putro atau Laksana bagus dua-duanya. Memang kita memilih dua itu, karena mengikuti perkembangan. Saat ini kan trennya sedang banyak memilih Laksana sama Adi Putro," ujar Romy.

Romy menambahkan, saat ini karoseri yang paling terdepan untuk urusan teknologi serta desain adalah dua karoseri tersebut.

"Sebenarnya banyak karoseri lain yang nggak kalah bagus. Cuma (Laksana dan Adiputro) ini kan menawarkan model yang lebih baru dan teknologi yang juga baru," tutupnya.



Simak Video "Canggih! Truk Mercedes-Benz Ini Pakai CCTV Jadi Pengganti Kaca Spion"
[Gambas:Video 20detik]
(mhg/lth)