Alasan Mengapa Bus Mercedes-Benz Jadi Pilihan Utama PO-PO di Sumatra

Luthfi Anshori - detikOto
Kamis, 24 Jun 2021 15:53 WIB
PO ALS yang menggunakan sasis Mercedes-Benz OH 1526
Foto: Instagram @pt.antarlintassumatera. PO ALS yang menggunakan sasis Mercedes-Benz OH 1526.
Jakarta -

Perusahaan Otobus (PO) di Sumatra cukup banyak yang menggunakan sasis buatan Mercedes-Benz. Contoh kecilnya seperti PO ALS, PO ANS, PO Bintang Utara Putra, dan PO Sempati Star. Lalu mengapa ya, wilayah Sumatra menjadi salah satu market besar bus Mercedes-Benz di Indonesia?

Seperti disampaikan Head of Bus Product & Sales, Daimler Commercial Vehicles Indonesia, Adri Budiman, berbagai model sasis bus Mercedes-Benz, baik regular maupun premium, banyak digunakan di trayek-trayek Sumatra.

[Gambas:Instagram]


"Banyak trayek yang menggunakan sasis bus Mercedes-Benz, khususnya sasis OH 1526 dan OH 1626 L, begitupun sasis premium O 500 RS 1836, OC 500 RF 2542," kata Adri, kepada detikOto melalui keterangan tertulisnya.

Menurut Adri, sasis Mercedes-Benz memiliki keunggulan berupa mesin diesel OM 906 LA dan OM 457 LA, yang sudah berstandar Euro 3 serta menggunakan turbo dan intercooler, mampu menghasilkan tenaga dan torsi yang besar.

"Melewati lika-liku jalanan di Sumatra, hingga Jawa, semakin aman dan nyaman dengan adanya sistem pengereman Full Air Brake dan suspensi udara dengan Double Acting Absorber pada roda depan dan belakang," sambung Adri.

Bus Baru PO ANS menggunakan bodi garapan karoseri Morodadi Prima dengan konfigurasi kaca depan single glass (satu kaca).Bus PO ANS menggunakan sasis Mercedes-Benz OH 1626 L. Foto: Dok. Morodadi Prima

Keunggulan lain yang ditawarkan bus Mercedes-Benz adalah adanya pilihan sistem transmisi manual dan transmisi otomatis, yang bisa dipilih operator bus sesuai dengan kebutuhan.

"Perjalanan dengan menggunakan sasis Mercedes-Benz mampu memberikan impresi berkendara yang menyenangkan, karena sudah tersemat transmisi dengan pilihan manual MB GO85/GO-210 dan otomatis ZF Eco Life 6 percepatan maju, yang dapat menghasilkan perpindahan gigi lebih halus," tukasnya.

(lua/din)