Jakarta Ulang Tahun ke-494, Begini Kondisi Kemacetan dan Kualitas Udara Hari Ini

Tim Detikcom - detikOto
Selasa, 22 Jun 2021 10:52 WIB
Sebanyak 4 daerah di DKI Jakarta mengalami lonjakan kasus Corona lebih dari 100 persen. Namun, mobilitas penduduk masih masif hingga terjadi kemacetan.
Kota Jakarta merayakan ulang tahun yang ke-494 hari ini (Ari Saputra/detikOto)
Jakarta -

Ulang tahun ke-494 Kota Jakarta tepat jatuh pada hari ini. Bagaimana kondisi lalu lintas Jakarta dan kualitas udaranya di hari jadinya?

'Jakarta Bangkit' menjadi tema ulang tahun Jakarta tahun ini. Sama seperti tahun lalu, ulang tahun Jakarta kali ini masih dibayangi pandemi virus corona.

Malah DKI dapat kado pahit di hari ulang tahunnya seiring terus bertambahnya kasus positif corona. Dalam beberapa hari terakhir, penambahan positif corona di ibukota sempat mencatatkan rekor tertinggi.

Angka positif corona yang masih tinggi membuat Pemda DKI Jakarta dan Polda Metro belum lagi memberlakukan kebijakan ganjil genap. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa ruas jalan Jakarta makin sering macet belakangan ini.

Kondisi Kemacetan di Hari Ulang Tahun Jakarta

Melihat data live traffick dari situs Tomtom pada pukul 10.42 WIB, tingkat kemacetan DKI Jakarta ada pada angka 19%. Total terhitung ada 90 titik dengan panjang mencapai 71,3 km.

Dari tahun ke tahun, tingkat kemacetan DKI Jakarta sejatinya terus menurun. Pada 2020, di mana pandemi virus corona menghantam, Jakarta tercatat ada di posisi 31 sebagai kota termacet di dunia.

Sebanyak 4 daerah di DKI Jakarta mengalami lonjakan kasus Corona lebih dari 100 persen. Namun, mobilitas penduduk masih masif hingga terjadi kemacetan.Ilustrasi macet di Jakarta Foto: Ari Saputra

Angka tersebut jauh membaik dibanding tahun sebelumnya, di mana pada 2019 Indonesia berara di urutan 10 sebagai kota termacet di dunia.

Malah pada 2018 Jakarta ada di urutan 7 dan berada di posisi 4 pada 2017.

Tahun 2020, perubahan besar terjadi dalam jumlah kemacetan di Jakarta. Maret-Desember 2020 angka kemacetan menurun drastis dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pandemi corona dan peraturan pembatasan aktivitas berpengaruh besar dalam perubahan ini.

Tomtom mencatat penurunan kemacetan terbesar terjadi di April 2020. Di mana kemacetan pagi hari drop 79%, sementara kemacetak sore/malam turun 73%.

Begini kondisi proyek MRT Fase II di Kawasan Glodok, Jakarta, Jumat (28/5/2021). Proyek yang berada di tengah jalan ini kerap menimbulkan kemacetan.Begini kondisi proyek MRT Fase II di Kawasan Glodok, Jakarta, Jumat (28/5/2021). Proyek yang berada di tengah jalan ini kerap menimbulkan kemacetan. Foto: Rifkianto Nugroho

Kualitas Udara DKI Jakarta

Di hari ulang tahun DKI Jakarta hari ini, indeks kualitas udara Jakarta berada di angka 80, alias pada level moderat. Data ini dihimpun oleh IQAir pada pukul 10.00 WIB.

Pada hari ini, Jakarta tercatat sebagai kota paling polusi nomor 19 di dunia. Sementara lima posisi teratas berturut diisi oleh Johannesburg (Afrika Selatan), Mumbai (India), Wuhan (China), Chengdu (China), dan Kathmandu (Nepal). Sebagai catatan, data ini bisa berubah sewaktu-waktu dalam hitungan menit seiring perubahan tingkat polusi yang terjadi di setiap kota.

Kualitas udara Jakarta pernah lebih baik lagi, yakni pada medio Desember 2020. Air Quality Indeks Jakarta ketika itu berada di angka 25, masuk kategori bagus. Jakarta malah berada di urutan 78 sebagai kota paling polusi di dunia saat itu.

Pantauan tempat wisata Ancol, Jakarta Utara (Jakut) via udara dengan memakai Helikopter Bell 429, Minggu (16/5/2021)Kondisi udara Jakarta pertengahan pada Mei 2021 Foto: Sachril/detikcom

Di tahun 2019, IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada level 'tidak sehat'. Adapun penyebabnya adalah volume kendaraan yang sangat banyak, di mana masih ada sejumlah kendaraan yang menggunakan solar sebagai bahan bakar. Itu belum termasuk pembakaran batu bara dan bahan bakar fosil lain, serta pembakaran lahan yang terjadi di beberapa provinsi.

Saat awal pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pertama pada April 2020, Jakarta masih berada di 5 besar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Di tahun 2019 Jakarta malah berulang kali jadi kota dengan tingkat polusi terburuk berdasarkan data IQAIR.

Air Quality Index (AQI) merupakan indeks yang digunakan AirVisual untuk menggambarkan tingkat polusi udara di suatu daerah. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, yaitu PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.



Simak Video "Pagi Ini, Kualitas Udara Jakarta Kembali Terburuk di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(din/riar)