Duh! Produksi Mobil di Indonesia Pincang Gegara Krisis Semikonduktor

M Luthfi Andika - detikOto
Kamis, 10 Jun 2021 16:23 WIB
Pabrik milik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang resmi melahirkan mobil Sienta. Toyota menargetkan produksi 4.000 unit/bulan.
Ilustrasi produksi mobil di Indonesia (Agung Pambudhy/detikOto)
Jakarta -

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengakui kekurangan pasokan semikonduktor membuat produksi mobil di Indonesia menjadi pincang alias tersendat. Seberapa parah?

"Belum pulihnya produksi otomotif diakibatkan pasokan chip atau semikonduktor? Betul, semikonduktor ini memang menjadi kendala di seluruh dunia. Kita juga terdampak, walaupun dampak kita tidak terlalu besar," kata Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi kepada detikOto.

"Kenapa begitu? Di Jepang misalnya, kendaraan yang dijual itu euro levelnya sudah tinggi jadi emisi gas buangnya sudah bersih, apalagi kalau mereka hybrid dan plug-in hybrid itu semikonduktor-nya banyak yang digunakan, apalagi kalau kendaraan listrik itu tinggi sekali penggunaan semikonduktor-nya. Di Indonesia kan lebih banyak kendaraan-kendaraan umum (menggunakan mesin konvensional sehingga tidak terlalu berdampak), jadi pemakaian semi konduktor ada tapi tidak terlalu banyak," Nangoi menambahkan.

Nangoi kembali menggambarkan betapa pentingnya penggunaan semikonduktor bagi kendaraan canggih saat ini.

Toyota selama ini memang sudah mengekspor beberapa unit andalan seperti Innova dan Fortuner ke berbagai negara. Negara tujuan ekspor kian bertambah.Toyota selama ini memang sudah mengekspor beberapa unit andalan seperti Innova dan Fortuner ke berbagai negara. Negara tujuan ekspor kian bertambah. Foto: TMMIN

"Kalau euro4 itu pengaturan bahan bakar itu diatur secara elektronik dan itu pun sudah memerlukan semikonduktor, tapi kalau di Jepang misalnya untuk stabilizernya supaya tidak gampang slip kalau hujan salju itu menggunakan semi konduktor, sedangkan di Indonesia kan tidak. Jadi kami masih bisa lebih mengatasi dibandingkan dengan Jepang, industri otomotif Jepang dan negara lainnya lebih berat," kata Nangoi.

"Sedangkan di pihak prinsipal, mereka di Jepang tengah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan semikonduktor. Karena rebutan dengan industri elektronik dan lain-lain," tutup Nangoi.



Simak Video "Diskon PPnBM 100% Cuma Sampai Hari Ini, Harga Mobil Dipastikan Naik Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)