Ini yang Buat Driver Ojol Geram dengan Penyesuaian Insentif ala Gojek

team DetikOto - detikOto
Senin, 07 Jun 2021 16:36 WIB
Gojek dan Tokopedia resmi merger dan menghasilkan grup GoTo.
Ilustrasi Gojek Foto: Dok. GoTo
Jakarta -

Mitra driver Gojek mengeluhkan akan penyesuaian insentif terbaru yang diterapkan Gojek. Pihak Gojek memang sudah membuka suara dengan memastikan tidak ada yang dirugikan, terlebih para mitra driver. Tapi detikers tahu tidak sih bagaimana Gojek melakukan penyesuaian insentif yang membuat para mitra driver merasa dirugikan?

Ketua Presidium Nasional Garda Indonesia, Igun Wicaksono membocorkan bagaimana Gojek memberikan insentif sebelum dan sesudah disesuaikan.

"Untuk mengantar barang dan penumpang itu mengalami penurunan untuk barang dan penumpang," kata Igun.

Igun pun membeberkan penurunan yang dirasakan para mitra driver saat driver melakukan jasa untuk pengiriman barang dan penumpang.

A. Insentif lama di Jabodetabek:

- Menyelesaikan 5 Pengantaran: Rp 10.000
- Menyelesaikan 8 Pengantaran: Rp 30.000
- Menyelesaikan 10 Pengantaran: Rp 45.000
- Menyelesaikan 13 Pengantaran: Rp 60.000
- Menyelesaikan 15 Pengantaran: Rp 100.000

B. Insentif baru di Jabodetabek:


- Pengantaran 1 - 9 dapat Rp 1.000/pengantaran
- Pengantaran 10-14 dapat Rp 2.000/pengantaran
- Pengantaran 15+ dapat Rp 2.500/pengantaran

Igun juga mengatakan para mitra driver Gojek sangat berharap agar Insentif diberikan seperti sediakala. "Kembalikan skema insentif bonus seperti sebelum ada penurunan," ujar Igun.

"GARDA menuntut pihak GoTo untuk berikan klarifikasi terbuka dan transparan mengenai skema insentif bonus kepada para mitranya agar tidak menimbulkan keresahan dan insentif bonus agar dikembalikan seperti semula sebelum ada penurunan," Igun menambahkan.

Dalam pemberitaan di detik.com sebelumnya VP Corporate Communications Gojek Audrey Petriny mengatakan, pihaknya tak mengubah pendapatan tarif pokok layanan Gosend. Dia mengatakan, penyesuaian hanya dilakukan pada skema insentif.

"GoSend tidak mengubah skema pendapatan atau tarif pokok per jarak tempuh bagi mitra driver. Kebijakan penyesuaian hanya dilakukan terhadap skema insentif untuk memberikan peluang yang lebih besar bagi lebih banyak mitra untuk dapat memperoleh insentif," katanya kepada detikcom, Senin (7/6/2021).

Menurutnya, kebijakan ini merupakan langkah untuk lebih memeratakan jumlah mitra yang dapat memperoleh insentif tersebut. Sehingga semakin banyak mitra yang berpeluang mendapatkan penghasilan tambahan di masa pemulihan pandemi.

"GoSend juga memiliki berbagai program apresiasi bagi mitra dengan performa baik," katanya.



Simak Video "5 Fakta Merger Gojek dan Tokopedia yang Lahirkan GoTo"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)