Jawaban Gojek Soal Penyesuaian Insentif Dinilai Tidak Nyambung

team DetikOto - detikOto
Senin, 07 Jun 2021 15:20 WIB
Cara Membeli Saham Gojek
Ilustrasi Mitra driver Gojek Foto: Cara Membeli Saham Gojek (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

VP Corporate Communications Gojek Audrey Petriny, memberikan jawaban atas keresahan para mitra driver akan kebijakan penyesuaian insentif. Meski demikian Ketua Presidium Nasional Garda Indonesia, Igun Wicaksono mengatakan jawaban pihak Gojek tidak tepat sasaran alias tidak nyambung.

Dalam pemberitaan di detikcom sebelumnya, VP Corporate Communications Gojek Audrey Petriny mengatakan, pihaknya tak mengubah pendapatan tarif pokok layanan Gosend. Dia mengatakan, penyesuaian hanya dilakukan pada skema insentif.

"GoSend tidak mengubah skema pendapatan atau tarif pokok per jarak tempuh bagi mitra driver. Kebijakan penyesuaian hanya dilakukan terhadap skema insentif untuk memberikan peluang yang lebih besar bagi lebih banyak mitra untuk dapat memperoleh insentif," katanya kepada detikcom, Senin (7/6/2021).

Menurutnya, kebijakan ini merupakan langkah untuk lebih meratakan jumlah mitra yang dapat memperoleh insentif tersebut. Sehingga semakin banyak mitra yang berpeluang mendapatkan penghasilan tambahan di masa pemulihan pandemi.

"GoSend juga memiliki berbagai program apresiasi bagi mitra dengan performa baik," katanya.

Di sisi lain, GoSend juga terus meningkatkan jumlah permintaan pelanggan melalui berbagai program pemasaran, pengembangan teknologi dan inisiatif lainnya, di samping terus menjaga dan meningkatkan standar layanan yang lebih baik.

Ajak Pengguna Kirim yang Bermakna, Ini Inisiatif Ramadan Gojek 2021Ilustrasi Gojek ajak Pengguna Kirim yang Bermakna, Ini Inisiatif Ramadan Gojek 2021 Foto: Gojek

"Melalui berbagai upaya ini, antara lain skema pendapatan pokok yang dipertahankan, penyesuaian skema insentif, peningkatan program pemasaran, serta inisiatif lainnya termasuk program apresiasi bagi mitra, maka daya saing GoSend akan terus meningkat dan menjadi pilihan masyarakat. Hal ini akan mendorong tingkat permintaan pelanggan (order) bagi para mitra driver dan memberikan peluang memperoleh pendapatan secara lebih berkesinambungan," paparnya.

Namun para mitra driver menilai penyesuaian insentif mitra Gojek tidak sesuai dengan yang terjadi di lapangan.

"Iya memang turun semenjak merger menjadi GoTo, insentif tetap turun. Ini di luar ekspektasi (perkiraan) rekan-rekan driver mitra yang harapannya dengan adanya merger akan menjadi naik skema insentif bonus," kata Igun.

"Driver dirugikan dengan skema insentif bonus yang ada saat ini. Pihak GoTo harus melakukan klarifikasi terbuka terkait skema insentif bonus terbaru agar tidak menimbulkan keresahan di rekan-rekan pengemudinya agar tercipta ekosistem yang kondusif dan transparan," Igun menambahkan.

Igun mengatakan GoTo hingga saat ini tidak ada klarifikasi atau menjawab keluhan para mitra ojolnya. "Padahal kita bicara skema insentif bonus, namun mereka GoTo menjawab skema tarif pokok pendapatan, tidak nyambung atas tuntutan," tutup Igun.



Simak Video "Total Transaksi GoTo Grup Diklaim Tembus USD 22 Miliar"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)