Mobil Tesla Kini Dilarang Masuk Area Kantor Pemerintahan China, Dicurigai Jadi Mata-mata

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Sabtu, 22 Mei 2021 11:12 WIB
Tesla Model S
Mobil Tesla mulai diubatasi masuk kantor pemerintahan China akibat diduga bisa menjadi mata-mata (Tesla)
Jakarta -

Mobil listrik Tesla kembali dapat larangan di China. Setelah beberapa waktu lalu tak mendapat izin untuk masuk ke area kompleks dan perumahan militer, sekarang mobil besutan Elon Musk itu dilarang berada di area kantor pemerintahan.

Dikutip dari Reuters, informasi ini diungkapkan oleh dua orang narasumber yang telah mengetahui masalah tersebut. Namun mereka belum bisa mengungkapkan seberapa banyak mobil Tesla yang terpengaruh kebijakan ini.

Masalah keamanan jadi faktor utama kenapa pemerintah China mulai sangat membatasi ruang gerak mobil Tesla. Fitur kamera yang berada di dalam mobil dicurigai bisa mencuri dan merekam segala informasi rahasia. Ini membuat Pemerintah China khawatir mobil-mobil tersebut akan berubah jadi agen mata-mata.

Disebutkan bahwa setidaknya ada dua lembaga pemerintah di Beijing dan Shanghai telah mendapat instruksi secara lisan oleh badan pengawas. Dua institusi tersebut diminta melarang mobil Tesla berada di area pemerintahan, baik melintas ataupun terparkir di dalam.

Namun hingga kini masih belum jelas apakah pemerintah resmi melakukan pembatasan itu. Tidak ada informasi juga apakah hal itu merupakan perintah resmi atau langkah yang diadopsi dari pejabat lembaga.

Termasuk juga apakah pembatasan ini dilakukan pada badan-badan di berbagai provinsi saja, atau diterapkan secara menyeluruh ke seluruh negeri. Hal ini juga belum mendapat konfirmasi dari Kantor Informasi Dewan Negara (SCIO) maupun pihak Tesla.

Sebelumnya hal ini pernah terjadi pada area perumahan militer di China. Mereka melarang masyarakat yang mempunyai mobil Tesla untuk masuk dan parkir di dalam kompleks, hal ini berkaitan dengan data sensitif yang mungkin dikumpulkan oleh kamera yang diintegrasikan ke dalam kendaraan listrik Tesla.

Mobil Tesla telah dilengkapi dengan sejumlah kamera yang membantu pemiliknya memanfaatkan fungsi seperti parkir berpemandu, autopilot, dan kemampuan mengemudi sendiri.

Mode Sentry juga merupakan salah satu fitur yang ditemukan pada banyak EV Tesla yang dijual di seluruh dunia, yang memungkinkan pemilik untuk bisa memeriksa apa yang terjadi di sekitar kendaraannya meski tidak dalam posisi dekat mobil.

CEO Tesla, Elon Musk, mengungkapkan jika memang mobil listriknya digunakan untuk memata-matai dan mencuri data rahasia pasti akan langsung ditarik dan ditutup.

"Jika Tesla menggunakan mobil untuk memata-matai di China atau di mana pun, kami akan tutup," kata Elon Musk.



Simak Video "Pengkauan Elon Musk Benci Jadi Bos Tesla"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)