Meski Pandemi, Penyewaan Jasa Transportasi Terus Meroket

M Luthfi Andika - detikOto
Jumat, 07 Mei 2021 08:51 WIB
PT Jasa Marga (Persero) bersama Isuzu Astra Motor Indonesia menggelar sosialisasi dan edukasi Budaya Tertib Lalu Lintas kepada Pengguna Jalan Tol terhadap 40 pengemudi truk. Acara ini digelar di Isuzu Training Center Harapan Indah Bekasi, Jawa Barat, Selasa (19/11/2019).
Ilustrasi truk Isuzu Foto: Luthfi Anshori
Jakarta -

Masa pandemi COVID-19 memang belum berakhir, meski demikian masa sulit ini juga menjadi hikmah bagi pelaku usaha jasa transportasi darat. Rupanya hikmah ini tidak lepas dari pembangunan tol yang terus dilakukan pemerintah.

Dalam rilis yang diterima detikOto, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Danang Parikesit menyebutkan pada akhir tahun 2020, total panjang jalan tol di Indonesia mencapai 2.346 km. Targetnya, pada tahun 2024 total panjang jalan tol di Indonesia mencapai 4.761 km. Sehingga hal ini ikut menumbuhkan jasa penyewaan transportasi darat.

Selain itu pemerintah optimistis ekonomi Indonesia pada kuartal II 2021 akan tumbuh 6,9-7,8%. "Sehingga, diperkirakan tahun 2021 ini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di level 4,5-5,3%, kata Sekretaris Kementerian Perekonomian, Susiwijono Moegiarso.

Selain itu, Presiden Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), Prodjo Sunarjanto melihat komitmen pemerintah membangun sektor infrastruktur akan berdampak secara langsung terhadap pertumbuhan pasar penyewaan kendaraan dan bisnis logistik.

"Apalagi, dengan kondisi ekonomi saat ini membuat pelaku usaha semakin efisien dan hanya fokus pada core business," katanya.

ASSA Lebih Fokuskan pada bisnis jasa Transportasi daratASSA Lebih Fokuskan pada bisnis jasa Transportasi darat Foto: Pool (ASSA)

Tak ingin kehilangan momen, ASSA lebih memfokuskan dalam penyewaan jasa transportasi darat, terlebih berdasarkan Data Kementerian Keuangan tahun 2020 menunjukkan transaksi pembelian lewat e-commerce meningkat 18,1 % menjadi 98,3 juta transaksi dengan nilai Rp 20,7 triliun atau naik 9,9 %.

Untuk itu PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) dengan membidik sektor penyewaan kendaraan sebagai bisnis utamanya. ASSA melihat peluang bisnis penyewaan mobil, terutama di sektor transportasi logistik akan kian cerah seiring dengan gencarnya pembangunan infrastruktur.

Sebagai catatan, saat ini ASSA memiliki armada sebanyak 26.000 unit. Dari jumlah tersebut, kendaraan komersial sebanyak 22,63% dan 77,37% atau sebagian besar masih didominasi oleh kendaraan penumpang. Dari total armada ASSA tersebut, sekitar 300 unit berasal dari Isuzu, didominasi oleh truk dan unit komersial seperti Isuzu Elf, MU-X, Panther, pick up turbo, dan Isuzu Traga.

Dalam kesempatan yang sama, Chief Operation Officer (COO) PT Astra International Tbk-Isuzu Sales Operation (AI-ISO/Astra Isuzu) Yohanes Pratama mengatakan, pihaknya berusaha memberikan total solution kepada para customer Astra Isuzu. Tujuannya agar customer nyaman dan bisnis mereka terus bertumbuh. Jadi, Astra Isuzu tak hanya menjual kendaraan komersial saja, tetapi memberikan solusi yang komprehensif bagi perkembangan bisnis customer.

"Langkah ini harus dilakukan karena sekitar 90 % kendaraan yang ditangani Astra Isuzu adalah kendaraan komersial yang identik dengan barang modal. Karena itu, mobil tersebut harus selalu dalam kondisi baik dan siap digunakan setiap saat. Mengingat, sebagian besar kendaraan komersial ini beroperasi 24 jam sehari.
Peran Astra Isuzu adalah membantu customer meningkatkan waktu operasional kendaraan komersial dan meminimalisasi sebanyak mungkin waktu tak beroperasi, baik karena mobilnya rusak atau diservis," ujar Yohanes.



Simak Video "Selamat Tinggal, Isuzu Panther!"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)