Nekat Mudik Lewat Jalur Tikus Pasti Kena Juga, Ini Penjelasannya

Tim detikcom - detikOto
Rabu, 05 Mei 2021 13:32 WIB
Personel gabungan melakukan penyekatan kendaraan yang memasuki Jawa Timur. Penyekatan itu untuk menghadang pemudik kembali ke daerah asalnya.
Penyekatan pemudik. Foto: Agung Mardika
Jakarta -

Polri bakal menyiagakan 381 titik penyekatan dari Sumatera sampai Bali selama periode larangan mudik. Pengendara yang tetap nekat mudik tak akan lolos penyekatan, bahkan jika melewati jalur tikus sekali pun.

Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri (Kabarhakam) Komjen Pol. Arief Sulistyanto mengatakan, 381 titik penyekatan akan aktif mulai malam nanti pukul 00.00 WIB. Dia menegaskan, masyarakat diharapkan tidak kucing-kucingan menghindari penyekatan pemudik karena akan merugikan diri sendiri.

"Dari seluruh jalur yg ada bisa saja dia melalui jalur-jalur tikus. Tapi jalur tikus itu tidak akan sampai ke lubang bawah tanah kan, pasti akan ketemu kepada jalur-jalur di mana merupakan jalur utama yang mau tidak mau lewat di situ," kata Arief di acara diskusi bertajuk 'Jaga Keluarga, Tidak Mudik' yang ditayangkan channel YouTube FMB9ID_ IKP, Rabu (5/5/2021).

Pemudik yang nekat lewat jalur tikus pasti akan ketahuan dari penyekatan yang disiagakan Polri. Untuk itu, Arief menyarankan masyarakat untuk tidak mudik.

"Yang lebih baik dilakukan adalah sudah berdiam diri saja di rumah," ucapnya.

Berikut daftar titik penyekatan di sembilan provinsi:

1. Polda Jabar: 158 titik
2. Polda Jateng: 85 titik
3. Polda Jatim: 74 titik
4. Polda Banten: 16 titik
5. Polda Metro Jaya: 14 titik
6. Polda DIY: 10 titik
7. Polda Sumsel: 10 titik
8. Polda Lampung: 9 titik
9. Polda Bali: 5 titik.

"Harapan kami masyarakat tidak sampai melakukan kegiatan mudik. Jangan sampai kucing-kucingan, karena pasti akan ketemu. Jangan mencari jalan tikus. Carilah jalan yang benar. Jalan yang benar itu tetap berada di rumah sehingga tetap bisa menjaga kesehatan keselamatan keluarga," ucap Arief.

Arief juga mengimbau masyarakat tidak mudik menggunakan angkutan yang tidak resmi. Hal itu bakal merugikan diri sendiri.

"Tidak ada jaminan asuransi dan lain sebagainya. Sampai saat ini sudah 159 unit travel yang tidak mempunyai izin operasi dilakukan penahanan oleh Korlantas Polri di seluruh jajaran," sebut Arief.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya percaya bahwa Polri bisa mengendalikan pemudik yang nekat melalui jalur tikus. Kementerian Perhubungan juga akan melakukan penindakan terhadap travel gelap yang mengangkut pemudik.

"Kita akan melakukan penindakan terhadap angkutan travel gelap yang berpelat hitam. Sudah kita koordinasikan dengan Polri, dalam hal ini Korlantas," ujar Budi di kesempatan yang sama.



Simak Video "Menhub Setop Penerbangan Charter Selama Pelarangan Mudik"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)