Survei: Masih Banyak yang Ingin Mudik, Sebagian Besar Pakai Mobil Pribadi

Tim detikcom - detikOto
Rabu, 05 Mei 2021 11:16 WIB
Sehari sebelum larangan mudik diberlakukan pada Rabu (5/5), 
kemacetan dan antrean panjang terjadi di pintu keluar gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama) 1, Karawang, Jawa Barat. Ini potretnya.
Sehari sebelum larangan mudik diberlakukan pada Rabu (5/5), kemacetan dan antrean panjang terjadi di pintu keluar gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama) 1, Karawang, Jawa Barat. Ini potretnya. Foto: Dian Firmansyah.
Jakarta -

Mulai besok, Kamis (6/5/2021) larangan mudik resmi diberlakukan. Larangan mudik Lebaran tahun ini kembali diberlakukan untuk menekan penularan COVID-19.

Namun, berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih banyak masyarakat yang memiliki niat untuk mudik pada lebaran tahun ini meski ada larangan mudik. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Jawa Tengah menjadi tujuan pemudik paling banyak.

"Kita telah melakukan survei, survei daerah mana saja yang dituju untuk mudik. Daerah-daerah yang dituju untuk mudik itu adalah Jawa Tengah lebih dari 30%, Jawa Barat lebih dari 20%, setelah itu Jawa Timur, Banten dan sekitarnya, diikuti Lampung, Sumatera Selatan dan sebagainya," kata Budi dalam sambutannya di acara diskusi bertajuk 'Jaga Keluarga, Tidak Mudik' yang ditayangkan channel YouTube FMB9ID_ IKP, Rabu (5/5/2021).

Kata Budi, mereka rata-rata ingin mudik menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan motor. Paling banyak kendaraan yang dipilih adalah mobil.

"Mereka rata-rata menggunakan moda angkutan mobil paling banyak, setelah itu motor. Berarti para gubernur harus melakukan suatu koordinasi dengan baik," ucapnya.

Kata Budi, survei ini dilakukan secara sistematis mulai dari pertanyaan apabila tidak ada larangan mudik berapa banyak yang akan pulang kampung. Budi menyebut, sebanyak 33% responden ingin mudik.

"Setelah kita nyatakan kalau dilarang (mudik) 11% tetap akan pulang. Setelah dilakukan pelarangan (mudik) turun menjadi 7%, itu pun cukup banyak 18 juta," sebutnya.

"Kita Kementerian Perhubungan, Satgas selalu ingin melakukan suatu upaya-upaya sosialisasi peniadaan mudik agar 7% ini turun menjadi jumlah yang lebih sedikit sehingga kita bisa me-manage dan polisi bisa melakukan penyekatan dengan berwibawa tetapi kita harapkan dengan humanis," ucap Budi.

Selain itu, Kemenhub juga melakukan survei kecenderungan pemudik yang pulang kampung sebelum masa pelarangan mudik. "Oleh karenanya kami harapkan di masa tidak pelarangan pun saudara-saudara kita tidak melakukan mudik," katanya.



Simak Video "Dilema Korlantas soal Boleh atau Tidaknya Mudik Sebelum 6 Mei"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)