Mudik Dilarang, Crazy Rich Malang Pemilik PO Bus Sedih

Luthfi Anshori - detikOto
Minggu, 25 Apr 2021 07:24 WIB
Kisah crazy rich Malang bagi-bagi buka puasa gratis sebulan, bantu korban gempa.
Gilang Widya Pramana. Foto: Dok. pribadi Gilang.
Jakarta -

Pemerintah kembali memberlakukan kebijakan larangan mudik tahun ini untuk menekan penularan virus Corona (COVID-19). Di sisi lain, terbitnya aturan ini bakal memukul sektor industri transportasi yang biasanya mengalami panen di momen mudik liburan. Hal ini pun turut membuat sedih Crazy Rich Malang, Gilang Widya Pramana, selaku pemilik Perusahaan Otobus (PO) Juragan 99 Trans.

"Di tengah larangan (mudik) sebenarnya saya sebagai pelaku industri transportasi sangat-sangat sedih ya. Karena (momen) itu sebagai panen kita di bidang transportasi. Tapi karena ada larangan mudik, tanggal 5 diperpanjang lagi tanggal 22, itu berimbas banget ke pendapatan kita yang emang di situ udah benar-benar nggak jalan. Semuanya tiarap di garasi semua," kata Gilang kepada wartawan di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, belum lama ini.

Armada bus Juragan 99 Trans sendiri sebenarnya fokus di pelayanan pariwisata. Namun di momen mudik lebaran, bus-bus Juragan 99 Trans akan digunakan sebagai armada tambahan untuk melayani trayek Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Ketika mudik dilarang, PO ini pun kehilangan pendapatan.

"Efeknya (larangan mudik) terasa. Jadi biasanya dipakai angkutan mudik, kita dapat uangnya di situ. Sekarang udah benar-benar tutup, nggak ada lagi yang dipakai angkutan mudik. Dan yang kedua, orang liburan juga nggak ada. Benar-benar stop, karena kan masih wait and see (menunggu dan melihat), boleh nggak liburan atau seperti apanya," sambung pria yang juga memiliki bisnis skin care, MS Glow itu.

Gilang juga mengaku sudah memberi pengertian ke tim PO Juragan 99 Trans, bahwa dalam dua tahun ini industri transportasi bus akan berhenti sejenak.

"Kita juga sudah sampaikan ke tim bahwa mungkin rezekinya bukan tahun ini, karena 2 tahun ini kita benar-benar puasa," sambung Gilang.

Kendati dihadapkan situasi krisis, Gilang mengatakan tidak ada pemotongan jumlah karyawan maupun armada bus di perusahaan transportasi miliknya. Untuk menyiasati krisis tersebut, Gilang memakai skema subsidi silang.

"Namanya bisnis di masa pandemi, ada yang pendapatannya berkali lipat naik, ada yang turun. Ya kita subsidi silang aja, seperti Juragan Trans emang kita bantu subsidi silang untuk bayar gaji karyawan atau operasional dan yang lain-lain. Tapi kalau bisnis lain seperti MS Glow, dan lain-lain emang meningkat," lanjut suami dari pengusaha Shandy Purnama Sari itu.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah resmi melarang mudik lebaran tahun ini mulai tanggal 6-17 Mei 2021. Namun dalam perkembangannya, pemerintah melakukan pengetatan perjalanan sebelum larangan mudik itu berlaku.

Pemerintah menerbitkan Addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah. Di dalamnya diatur terkait pengetatan perjalanan mulai 22 April sampai 5 Mei 2021 atau sebelum periode larangan mudik. Setelah larangan mudik (18-24 Mei 2021), pengetatan perjalanan ini juga diberlakukan.

Sementara perjalanan menggunakan transportasi umum darat akan dilakukan tes acak rapid test antigen/tes GeNose C19 apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Daerah. Pelaku perjalanan menggunakan kendaraan pribadi maupun moda transportasi darat diimbau untuk melakukan pengisian e-HAC Indonesia.

Apabila hasil tes RT-PCR/rapid tes antigen/tes GeNose C19 pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.



Simak Video "Dilema Korlantas soal Boleh atau Tidaknya Mudik Sebelum 6 Mei"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)