Direktorat Lalu lintas Polda Jawa Tengah mengimbau sopir angkutan umum atau yang lainnya agar berhati-hati jika tidak hafal jalan. Hal itu karena Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menyebut ada kecelakaan yang disebabkan oleh aplikasi google maps.
Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah Kombes Rudy Syafirudin mengatakan memang saat ini belum ada data di Jawa Tengah yang menyebut kecelakaan disebabkan oleh aplikasi google maps dan sejenisnya. Namun ia mengimbau jika tidak tahu jalan maka lebih baik sopir bertanya.
"Di sini (Jateng) tidak ada kecelakaan karena google maps. Jadi kalau tidak tahu jalan lebih baik bertanya saja, daripada tersesat di jalan, daripada kecelakaan. Faktor kecelakaan memang tidak ada google maps, tapi faktor alam, jalan, lingkungan, dan keadaan manusianya," kata Rudy di Lanumad Ahmad Yani Semarang, Kamis (18/3/2021).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Rudy yakin untuk yang berprofesi sopir seharusnya sudah hafal dengan jalan bahkan rute-rute jalan tikusnya.
"Saya kira supir-supir di Indonesia saya kira hafal jalan, jalan tikus pun tahu," tandasnya.
Untuk diketahui Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono pada diskusi virtual hari Rabu (17/3) kemarin mengatakan google maps juga bisa menyebabkan kecelakaan. Salah satunya bus Sri Padma Kencana yang jatuh di Sumedang pada Rabu 10 Maret 2021 lalu.
(alg/din)
Komentar Terbanyak
Pajak Mobil Indonesia Dicap Paling Tinggi Sedunia
Bayangin Aja! Pajak Toyota Avanza Rp 150 Ribu, Nggak Ada Gesek 5 Tahun Sekali
RI Digusur Malaysia, Ini Sederet Dampak Buruk Penjualan Mobil Turun Terus