Spesifikasi Bus Pariwisata yang Masuk Jurang di Sumedang: Masih Baru, Buatan 2018

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 12 Mar 2021 12:06 WIB
Petugas mengevakuasi korban kecelakaan bus PO Sri Padma Kencana di Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (10/3/2021). Hingga Rabu (10/3) malam, petugas kepolisian mencatat sebanyak 22 orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut dan 28 korban selamat dilarikan ke RSUD Kabupaten Sumedang. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa.
Bus Pariwisata yang masuk jurang di Sumedang, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI
Jakarta -

Sebuah kecelakaan bus masuk jurang terjadi di Jalan Wado-Malangbong atau tanjakan Cae, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (10/3/2021). Kecelakaan maut ini melibatkan Bus Sri Padma yang membawa rombongan peziarah dari SMP IT Al Muawwanah, Cisalak, Subang. Seperti apakah kondisi bus itu sebelum mengalami kecelakaan maut?

Dikutip dari laman Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat, Bus Sri Padma yang memiliki plat nomor T 7591 TB itu sebenarnya masih tergolong kendaraan baru.

Bus pariwisata ini menggunakan sasis dan mesin Hino model RK8JSKA-NHJ, yang diproduksi pada tahun 2018 lalu. Artinya, bus ini baru berusia sekitar 2 tahun lebih.

Spesifikasi bus yang masuk jurang di SumedangSpesifikasi bus yang masuk jurang di Sumedang Foto: Bapenda Jabar

Secara mekanikal, bus ini memiliki kapasitas silinder 7.684cc, diesel, 6 silinder, Turbo Intercooler, yang bisa menghasilkan tenaga maksimum 260 PS pada 2.500 rpm dan torsi maksimum 745 Nm pada 1.500 rpm.

Sasis bus tersebut dikawinkan dengan bodi high decker buatan karoseri Adiputro, dengan jenis Jetbus 3 SHD (Super High Decker). Bus ini menggunakan kombinasi warna putih dan hitam.

Sementara itu dari sisi administrasi, pajak bus pariwisata ini juga masih aktif, hingga tanggal 29-12-2021. Sementara tanggal STNK-nya hingga 29-12-2025

Belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab kecelakaan yang menewaskan 29 orang (data Jumat 12/3 pukul 07.06 WIB) tersebut. Namun menurut penuturan salah satu korban selamat, Mimin Mintarsih (52), bus dikatakan sempat oleng sebelum masuk ke jurang.

Mimin menjelaskan, saat kejadian dia yang duduk di jok ke dua dari belakang jok sopir mengetahui persis kecelakaan itu. Dia mengatakan sebelum terjun ke jurang bus itu sempat mengalami oleng.

"Bis goyang-goyang terus masuk jurang. Pas di jalan udah tercium bau hangit terus orang bilang ke sopir periksa dulu, sopir bilang remnya blong," ungkap Mimin, di rumahnya kepada detikcom, Kamis (12/03/2021) dini hari.

Mimin menyebut penumpang bus berjumlah 59 orang. Penumpang, kata dia, yang terdiri dari siswa SMP IT Muawwanah, orang tua pendamping dan guru sempat berteriak sesaat sebelum bus mengalami kecelakaan. "Semua orang teriak Allahhu akbar, takbir," ucapnya.

Sementara itu Mimin mengaku bisa menyelamatkan diri dari kecelakaan ini setelah terjepit jok. Dia menyebut kedua anaknya terpental ke belakang. "Saya kejepit jok, saya merangkak nyari anak saya dan keluar dari bus," tuturnya.



Simak Video "Bus di Peru Terjun ke Jurang, 17 Orang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)