Enggak Usah Heran, 'Taksi' di Papua Tak Punya Argo

M Luthfi Andika - detikOto
Selasa, 09 Mar 2021 15:23 WIB
Taksi di Papua
Taksi di Papua Foto: dok. Hari Suroto
Jakarta -

Berbeda dengan taksi yang ada di kota-kota besar atau di pulau-pulau yang ada di Indonesia, di Papua taksi rupanya bukan kendaraan umum yang memiliki banderol mahal berkat privasi yang ditawarkan seperti di kota-kota lainnya.

Seperti yang disampaikan peneliti Balai Arkeologi Papua dan Dosen Arkeologi Universitas Cendrawasih, Hari Suroto. Dia menjelaskan kepada detikOto, taksi di Papua bukanlah taksi seperti di kota-kota lain di Indonesia. Di Papua taksi merupakan sebutan untuk angkutan umum.

"Angkutan kota (angkot) di Papua disebut dengan taksi. Taksi di Papua masing-masing daerah dan rute memiliki merk dan warna mobil sendiri. Di Papua, taksi dapat dibedakan menjadi tiga, taksi kota, taksi pedesaan, dan taksi pedalaman. Taksi perkotaan menggunakan mobil Suzuki Carry dan Mitsubishi Colt T120ss. Taksi pedesaan biasanya menggunakan mobil pikap atau belakos yang disulap jadi taksi. Selain itu taksi pedesaan menggunakan Mitsubishi L 300," Hari menjelaskan.

Sedangkan untuk taksi pedalaman, lanjut Hari. Merupakan mobil dengan menggunakan mesin ber-cc besar. "Taksi pedalaman biasanya menggunakan mobil ber-cc besar dan mungkin dianggap sebagai mobil mewah di Jakarta yaitu Toyota Hilux, Mitsubishi Strada, Ford Ranger, Mitsubishi Pajero, dan Toyota Innova. Taksi ini melayani wilayah pegunungan Papua," kata Hari.

"Untuk wilayah pegunungan Papua, tingginya permintaan seringkali membuat sopir taksi mengangkut penumpang melebihi kapasitas. Mitsubishi Strada dan Toyota Hilux yang hanya berkapasitas lima orang dapat dibuat sampai lebih dari itu, ditambah muatan hasil kebun atau sembako. Jumlah taksi di pegunungan Papua yang tersedia tak sebanding dengan permintaan yang ada. Akibatnya, sopir maupun penumpang memaksa tetap diangkut walaupun daya angkut kendaraan melebihi kapasitas. Hal itu meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya, sedangkan kondisi jalan yang masih rusak dan tidak terlalu bagus untuk dilalui dengan kendaraan yang over kapasitas," Hari menambahkan.

Hari menjelaskan ada beberapa wilayah yang menjadikan Toyota Hilux, Mitsubishi Strada, Pajero, Ford Ranger dan Toyota Innova.

"Penggunaan mobil-mobil mewah, seperti Toyota Hilux, Mitsubishi Strada, Ford Ranger, Mitsubishi Pajero, dan Toyota Innova, sebagai taksi antarkabupaten juga terjadi di Dogiyai, Deyai, dan Paniai. Mobil-mobil itu salah satunya beroperasi di seputaran Pasar Moanemani, Pasar Waghete, Pasar Enarotali, yang dipenuhi penumpang yang rata-rata membawa hasil kebun berupa sayur mayur atau umbi-umbian," kata Hari.

"Artinya mobil seharga ratusan juta itu sebuah angkutan antar kabupaten di wilayah pedalaman Papua. Rutenya melintasi beberapa kabupaten di wilayah adat Meepago, yakni Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai," Hari menambahkan.

Soal harga penyewaan, rupanya tarif angkutan antar kabupaten ini beragam.

"Tarif angkutan antar kabupaten itu beragam, mulai Rp 350-600 ribu per orang. Namun jika mobil ini disewa, tarifnya pun berbeda. Misalnya saja dari Kabupaten Nabire ke Kabupaten Dogiyai dihargai Rp 1,5 juta per satu kali antar penyewa. Jarak antar dua kabupaten itu ditempuh dengan waktu 6-7 jam perjalanan. Berbeda jika mobil disewa dari Kabupaten Nabire ke Kabupaten Paniai, dikenai tarif Rp 3,5 juta. Jaraknya berkisar 250-an kilometer, ditempuh 10-12 jam," ujar Hari.

"Taksi ini juga biasa digunakan untuk mengangkut hewan piaraan seperti babi. Kalau bawa hewan piaraan harganya bisa mencapai Rp 5 juta. Yang menarik adalah di Kota Wamena, terdapat aturan tidak tertulis bahwa pria berkoteka tidak boleh naik taksi. Dahulu pernah ada Operasi Koteka, fokus operasi ini mengganti koteka dengan pakaian modern," tutup Hari.



Simak Video "Senyum Semringah Jokowi Buka PON XX Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)