Tommy & Tinton Jadi Pembina IMI, Bamsoet: Legenda Otomotif RI

Jihaan Khoirunnisaa - detikOto
Kamis, 11 Feb 2021 21:17 WIB
MPR
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto dan Tinton Soeprapto, bersama dengan pembalap senior seperti Ricaro Gelael bergabung dalam Badan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI). Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang juga Ketua Umum IMI mengatakan kehadiran mereka membawa angin segar bagi IMI.

Menurut Bamsoet, mereka dapat berperan aktif mengembangkan Sirkuit Internasional Sentul agar kembali berjaya dan menggelar kejuaraan otomotif tingkat dunia, sekaligus menjadikannya sport automotive tourism dan pusat industri modifikasi otomotif Indonesia.

"Mas Tommy Mandala Putera dan Pak Tinton Soeprapto merupakan dua legenda hidup industri dan olahraga otomotif Indonesia. Berkat kerja keras keduanya membangun Sirkuit Internasional Sentul pada akhir Januari 1992, Indonesia akhirnya bisa memiliki sirkuit balap bertaraf internasional. Penyelenggaraan Indonesian Grand Prix, Formula Brabham Racing pada 21-22 Agustus 1993 menandai Grand Opening Sirkuit Internasional Sentul," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (11/2/2021).

Menurut Ketua DPR RI ke-20 ini, Sirkuit Internasional Sentul punya rekam jejak yang baik di mata internasional. Sebut saja pada tahun 1996 dan 1997 saat Indonesia menjadi tuan rumah balap Moto GP.

"Masih di tahun 1997, pembalap legendaris Valentino Rosi yang bergabung dengan tim Aprilia meramaikan balapan Moto GP di Sirkuit Internasional Sentul dengan turun di kelas 125 cc dan menjadi juara. Sementara kelas 250 cc dimenangkan Max Biagi dari Honda. Sempat vacuum karena krisis moneter 1998, Sirkuit Internasional Sentul kembali menunjukan taringnya dengan menggelar Turnamen A1GP pada tahun 2005 dan 2006," tandas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menilai, tanpa peran serta Tommy Soeharto dan Tinton Soeprapto, belum tentu Indonesia bisa memiliki sirkuit berkelas internasional dalam waktu singkat. Bahkan, dirinya menyebut Malaysia baru membangun Sirkuit Internasional Sepang pada November 1997 dan dibuka secara resmi pada Maret 1999. Sedangkan Singapura baru meresmikan Singapore Grand Prix di Sirkuit Street Marina Bay pada September 2008.

"Harus diakui, Malaysia dan Singapura kini jauh lebih maju dalam hal penyelenggaraan event otomotif. Hampir setiap tahun mereka rutin menjadi tuan rumah Moto GP dan Formula 1. Karenanya generasi muda yang tergabung dalam IMI harus bekerja keras, bergotong royong bersama pemerintah dan pengelola Sirkuit Internasional Sentul untuk mengejar ketertinggalan tersebut," pungkasnya.

(akn/ega)