Lebih Murah dari Alphard, Simak Spesifikasi dan Fitur Bus Pariwisata Mas Wahid

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 26 Jan 2021 21:27 WIB
Bus Mas Wahid yang dibangun dari armada bekas PO Haryanto
Harga Bus Mas Wahid lebih murah dari Toyota Alphard. Foto: Mas Wahid
Jakarta -

Youtuber kondang asal Semarang, Mas Wahid, membangun bus pariwisata dari armada bekas PO Haryanto. Jika ditotal berikut biaya reparasinya, Bus Mas Wahid menghabiskan biaya sekitar Rp 800 jutaan. Lebih murah dari MPV mewah Toyota Alphard yang harga barunya dibanderol Rp 1,058 miliar.

Jika harga Bus Mas Wahid dirinci lebih detail, untuk mesin dengan kondisi jeroan diganti baru harganya Rp 150 juta, sedangkan sasis dan bodinya Rp 450 juta. Terakhir untuk biaya reparasi (rebody) dan perbaikan interior habis Rp 220 juta. Sehingga kalau ditotal, biaya kurang lebih Rp 820 juta. Itu juga jauh lebih murah ketimbang membeli bodi dan sasis bus baru yang harganya berkisar Rp 1,5 miliar hingga Rp 2 miliar.

Lalu seperti apa spesifikasi bus pariwisata Mas Wahid? Untuk spesifikasi dasar, bus ini menggunakan sasis Hino RK8 yang dibalut bodi Adiputro Jetbus 1 high decker. Dalam proses reparasi, desain bodi ini diubah menyesuaikan tren zaman.

Bus Mas Wahid yang dibangun dari armada bekas PO HaryantoBus Mas Wahid yang dibangun dari armada bekas PO Haryanto Foto: Screenshot Youtube Mas Wahid

"Rebody ini mengubah dari Jetbus 1 ke Jetbus 3. Jadi di bagian selendangnya diubah menjadi ala Voyager, yang desainnya mirip sayap ayam geprek," kata Mas Wahid, melalui sambungan telepon, kepada detikOto, Selasa (26/1/2021).

"Kemudian repaint (cat ulang) semuanya, kita perbaiki yang ada karat. Terus atap dicat ulang. Bagasi samping kanan kiri ditata ulang diganti karpet, dan bawahnya juga menggunakan bordes. Kemudian engsel pintu, handle pintu bagasi, semuanya diganti, bahkan pintu, trim pintu diganti. Pokoknya depan, belakang, samping kanan kiri itu diganti nyaris baru semuanya," sambung Mas Wahid.

Ubahan lainnya meliputi area dasbor, kaca yang diubah menjadi double glass, lengkap dengan topinya. Lalu ada penambahan wiper di kaca atas. Bagian lantai juga diperbaiki, baik dari tatakan plat besinya maupun karpetnya. Selain itu, bagian dinding juga menggunakan material baru yang lebih elegan dan hampir semua panel kaca diganti baru, dan hanya dua panel yang dipertahankan.

Bus Mas Wahid yang dibangun dari armada bekas PO HaryantoBus Mas Wahid yang dibangun dari armada bekas PO Haryanto Foto: Mas Wahid

"Terus lower AC juga ganti baru ke Jetbus 3, yang sudah ada USB charger di tiap bangkunya, lengkap dengan lampu baca dan lampu tidur. Kalau jok masih bawaan bus yang lama. Saat ini masih 32 seat. Nanti kursinya akan ditukar tambah dengan yang baru, dan kapasitasnya bisa ditingkatkan jadi 50 seat," katanya lagi.

"Ubahan lainnya, plafon dicat, speaker semuanya diganti, video menggunakan TV 43 inch depan dan tengah 22 inch. Itu semuanya baru. Emergency exit hanya di-repair karena masih bagus," lanjut Mas Wahid.

Bus Mas Wahid menghilangkan fasilitas toiliet, karena hal itu dianggap tidak terlalu dibutuhkan armada bus pariwisata. "Toiletnya dihilangkan, karena bus pariwisata tidak perlu itu. Karena kita tidak dikejar trayek, jadi bisa berhenti kapanpun di SPBU (kalau ada yang ingin ke toilet). Kedua, menyoal kapasitas, dengan ada toilet biar diatur sedemikian apapun tidak akan bisa menyentuh kapasitas kursi 50 seat, sehingga mesti kita hapus, supaya yang dari maksimal 45 kita bisa optimalkan ke-50 kursi. Ke depan saya mau seting seperti itu," tukasnya.



Simak Video "Rem Blong, Bus Nyungsep ke Jurang Tasikmalaya"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/lth)