Cerita Mas Wahid Bangun Bus Pariwisata dari Armada Bekas

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 26 Jan 2021 12:51 WIB
Bus Mas Wahid yang dibangun dari armada bekas PO Haryanto
Bus pertama Mas Wahid bekas PO Haryanto. Foto: Screenshot Youtube Mas Wahid
Jakarta -

Youtuber asal Semarang, Mas Wahid, baru-baru ini membuat heboh dunia bus mania karena berhasil membangun bus pariwisata dari armada bekas. Mas Wahid pun berbagi kisah inspiratifnya kepada detikOto, dari yang dulunya penggemar bus, hingga kini bisa memiliki bus pertamanya sendiri.

"Jadi kenapa saya tertarik dengan bus, karena memang sudah passion (gairah) dari SMA dulu. Ketika SMA itu saya sambi bekerja, harus mondar mandir ke Surabaya, bus jadi andalan saya untuk membawa saya ke sana tepat waktu, kemudian harus kembali lagi ke rumah supaya besoknya bisa sekolah," kata Mas Wahid, kepada detikOto melalui sambungan telepon, Selasa (26/1/2021).

Lalu mengapa memilih membangun armada bus pariwisata di tengah kondisi krisis akibat pandemi virus Corona seperti sekarang ini? Padahal banyak lokasi wisata di tutup dan banyak orang yang takut berpergian demi menghindari penularan virus. Mas Wahid menjelaskan jika saat ini momen yang tepat untuk membeli armada bus bekas lantaran harganya cukup jatuh.

Bus Mas Wahid yang dibangun dari armada bekas PO HaryantoBus Mas Wahid yang dibangun dari armada bekas PO Haryanto Foto: Screenshot Youtube Mas Wahid

"Kenapa saya beli bus waktu pandemi kayak gini? Justru ini adalah keputusan yang paling tepat. Kenapa? Karena 'mohon maaf' banyak PO (Perusahaan Otobus) yang sedang kesulitan masalah keuangan. Jadi kayak bus kedua yang saya beli itu kan murahnya nggak karu-karuan. Katakan pasaran Rp 600 juta-Rp 700 juta, ini bisa kebeli di harga Rp 450 juta," tambah content creator yang kondang dengan video 'Berburu Mobil Impian' itu.

Sebagai informasi, bus pertama Mas Wahid yang ia namakan dengan namanya sendiri merupakan armada bekas PO Haryanto HR 009 yang melayani rute atau trayek Madura-Jakarta.

"Untuk sasisnya menggunakan buatan Hino dengan kode sasis RK8 dan nama teknisnya R260. Dia bisa menghasilkan 260 horsepower. Kemudian bodinya dari awal saya beli itu menggunakan bodi jahitan Adiputro, Jetbus 1 (high decker)," sambung pria kelahiran Jepara.

Bus pertama Mas Wahid itu lantas diubah bodinya dengan desain Jetbus 3 yang kekinian, dengan konsep double glass (kaca ganda) dan bentuk selendang ala 'ayam geprek', juga tulisan Voyager di kaca depan.

Bus Mas Wahid yang dibangun dari armada bekas PO HaryantoBus Mas Wahid yang dibangun dari armada bekas PO Haryanto Foto: Screenshot Youtube Mas Wahid

"Karena (Jetbus 3) itu yang paling ngetren untuk bodi 2020. Tapi memang rombakannya tidak dimasukkan ke Adiputro langsung, melainkan body repair rekanan (Body 99 Malang), sehingga harapannya bisa lebih cepat dan lebih murah tentunya," lanjutnya.

Soal harga, rinciannya untuk mesin dengan kondisi jeroan diganti baru biayanya Rp 150 juta, kemudian harga bangkainya (sasis dan bodi) Rp 450 juta, dan biaya untuk rebody dan perbaikan interior sekitar Rp 220 juta.

"Jadi waktu beli kondisinya bus itu benar-benar bahan ya. Orang sebut itu bangkai, kenapa? Karena dia saking terforsirnya kerja, itu mesin sudah pecah. Tapi kalau bodi luar itu masih relatif bagus, tapi dalamnya memang mutlak harus diperbarui ke model 2020 karena sudah banyak titik-titik kusam dan aus di mana-mana. Untuk eksterior memang masih bagus, karena itu kan jalan pertama kali tahun 2016. Tapi mau nggak mau harus di-rebody untuk model yang terbaru, dan sekarang (sudah diperbaiki semua) insyaAllah bisa diandalkan," ujar Mas Wahid.

[Gambas:Youtube]



(lua/lth)