Transportasi Indonesia Bakal Punya Teknologi Vehicle to Something (V2X)

M Luthfi Andika - detikOto
Sabtu, 09 Jan 2021 10:49 WIB
VW Jadi Pabrikan Pertama Usung Mobil Bicara
Ilustrasi mobil saling bicara dan memberikan tanda keberadaan. Foto: Pool
Jakarta -

Sebagian negara maju seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang dan berbagai perusahaan teknologi dan transportasi ternama dunia, seperti Google, Tesla, Huawei, Siemens, Toyota, VW, Mercedez-Benz, dan BMW. terus mengembangkan transportasi yang aman yang disapa Vehicle to Something (V2X). Tapi apa sih V2X itu?

Teknologi Vehicle to Something (V2X) merupakan satu sistem yang dihadirkan untuk bisa menekan angka kecelakaan. Untuk itu V2X dipercaya akan menjadi solusi untuk meningkatkan keselamatan transportasi, karena akan memungkinkan untuk kendaraan secara autonomous (tanpa pengemudi), melahirkan teknologi antar mobil bicara (Vehicle to Vehicle) dan akan tepat digunakan di smart city transportation.

Indonesia pun tak ketinggalan, PT Delameta Bilano pemain utama teknologi sistem transportasi di Indonesia pastikan akan menjadi pionir pengembangan teknologi vehicle to something (V2X).

"Kami yakin V2X akan berguna di Indonesia untuk kebutuhan keselamatan transportasi dan juga smart city. Ke depan, pengguna V2X akan mencapai ratusan juta kendaraan dan perangkat pintar," ujar Direktur Utama Delameta Tri Bayu Wicaksono, Jumat (8/1/2021), dalam siaran resmi yang diterima detikOto.

Bayu menambahkan perkembangan bisnis transportasi di era internet of things membawa berbagai macam kemajuan teknologi, termasuk sistem V2X untuk transportasi. V2X merupakan teknologi komunikasi pertukaran data jarak pendek antarsesama sarana maupun infrastruktur transportasi.

Audi is introducing the vehicle-to-infrastructure (V2I) service Ilustrasi Audi is introducing the vehicle-to-infrastructure (V2I) service "Traffic Light Information" to Europe. Starting this summer Audi will network new models with the traffic lights in Ingolstadt/Germany; further European cities will follow from 2020 onwards. Foto: Audi

"Dengan teknologi ini, kendaraan bisa berkomunikasi secara aman dengan kendaraan lain atau biasa disebut V2V (vehicle to vehicle) maupun antara kendaraan dengan alat penerima lain V2D (vehicle to smart device). Alhasil, sebagai contoh, mobil satu dan mobil lain bisa terhindar dari tabrakan, karena saling berkomunikasi menginformasikan jarak aman antar kendaraan," kata Bayu.

Teknologi V2X juga bisa digunakan untuk berkomunikasi jarak pendek dengan smart traffic light, sarana perparkiran, dan berbagai sensor smart city untuk kebutuhan big data pemerintah maupun pengguna.

Saat ini lanjut Bayu, Delameta sudah bekerja sama dengan pemain global untuk melakukan riset bersama, seperti NXP dan ST Micro. Dengan demikian, modul V2X bisa diproduksi di dalam negeri, sehingga memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi.

"Dengan pengembangan V2X membuktikan Delameta beradaptasi dengan teknologi transportasi terkini maupun masa depan. Tahun ini, Delameta menargetkan menjadi perusahan multiekosistem sistem transportasi nomor satu di Indonesia pada akhir 2021," ucap Bayu.



Simak Video "Mobil Tanpa Sopir Versi Toyota"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)