HR-V Chacha Sherly Ringsek, Seberapa Parah Dampak Kecelakaannya?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 07 Jan 2021 10:30 WIB
Penampakan mobil Chacha Sherly di Polres Semarang, Rabu (6/1/2021).
Mobil yang ditumpangi Chacha Sherly ringsek. Foto: Dok Satlantas Polres Semarang
Jakarta -

Mantan personel Trio Macan, Chacha Sherly, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Tol Semarang-Solo KM 428, Senin (4/1/2021) lalu. Mobil Honda HR-V yang ditumpangi Chacha Sherly ringsek tertabrak bus.

Kasat Lantas Polres Semarang AKP M Adiel Aristo, merevisi pernyataan awalnya bahwa mobil yang ditumpangi Chacha Sherly adalah Honda HR-V, bukan Honda BR-V. Mobil Honda HR-V bernopol S 1180 HW yang ditumpangi Chacha dan sopirnya tertabrak bus di jalur A Tol Semarang-Solo.

Mobil berwarna hitam yang ditumpangi Chacha Sherly itu tampak ringsek di nyaris semua bagian. Bagian kap mesin depan masih tampak utuh, namun di bagian tengah dan belakang mobil ringsek. Nyaris semua jok dan aksesori mobil tersebut hancur. Tampak knalpot mobil juga rusak. Airbag pun terlihat keluar.

Menurut praktisi keselamatan berkendara yang juga Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, dilihat dari ringseknya mobil Chacha, kemungkinan kecelakaan yang terjadi cukup parah. Apalagi, mobil yang ditumpangi Chacha menyeberang ke jalur berlawanan dan ditabrak bus.

Penampakan mobil Chacha Sherly di Polres Semarang, Rabu (6/1/2021).Penampakan mobil Chacha Sherly di Polres Semarang, Rabu (6/1/2021). Foto: Dok Satlantas Polres Semarang

"Asumsi mobil korban selip dan berhenti sekalipun tapi di jalur berlawanan, maka besar kemungkinan tertabrak oleh kendaraan lain di kecepatan minimal 50 km/jam, sudah plus ngerem," kata Sony kepada detikcom, Kamis (7/1/2021).

"Kalau ditanya seberapa parah, jawabannya pasti fatality. Jadi jangan pernah merasa aman berada di jalan raya apalagi tol," sebutnya.

Dilihat, memang airbag mobil HR-V yang ditumpangi Chacha mengembang. Namun, Sony mengatakan fitur keselamatan pada mobil tidak sepenuhnya menjamin keselamatan.

"Safety fitur seperti safety belt, airbag tidak menyelamatkan. Yang menyelamatkan cara dan kemampuan pengemudi dalam berkendara," katanya.

Apalagi jika tidak menggunakan sabuk keselamatan atau safety belt. Maka yang terjadi adalah penumpang di dalam mobil akan terlempar saat terjadi tabrakan.

"Penumpang tidak pakai safety belt dan mobil ngerem mendadak/mobil selip, maka penumpang tersebut tetap melaju di kecepatan itu tanpa terikat di bangku. Artinya minimal ada dua unsafe condition yang dialami, terlempar dan tertabrak. Ibarat bola seperti karambol," ucap Sony.



Simak Video "Chacha Eks Trio Macan Akan Dimakamkan di Sidoarjo"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)